Efektivitas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan terhadap Pelaku Pariwisata
DOI:
https://doi.org/10.55606/jass.v7i1.2187Keywords:
Law Number 10 of 2009, Legal Effectiveness, Legal Protection, Tourism MSMEs, TourismAbstract
This study aims to analyze the effectiveness of Law Number 10 of 2009 on Tourism in relation to tourism actors in Indonesia. The enactment of this law is intended to provide legal certainty, protection, and development opportunities for business actors, tourists, and the community in supporting sustainable tourism development. The research employs a normative-empirical legal method with statutory and conceptual approaches. Data were collected through literature review and field observation to assess the extent to which the legal norms contained in the Tourism Law are implemented in practice. The findings reveal that the law has provided an important normative framework for the recognition of rights, capacity building, and protection of tourism actors. Nevertheless, structural challenges such as limited access to capital, low human resource competence, and the suboptimal implementation of legal protection and social security remain significant obstacles. Therefore, strengthening strategies are required through digitalization, training and certification, facilitation of MSMEs, and pentahelix synergy involving government, academia, business actors, communities, and the media. Through these measures, the implementation of the Tourism Law is expected to foster a tourism ecosystem that is competitive, inclusive, and sustainable at the local, national, and global levels.
References
Abdulkadir, M. (2004). Hukum dan penelitian hukum (Cet. 1). Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Adelia, A. (2023). Perkembangan industri pariwisata Indonesia. Kompasiana.
Agustin, D. N., Hendrati, I. M., & Asmara, K. (2021). Kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah Kota Surabaya. Jurnal Progres Ekonomi Pembangunan (JPEP), 6(2). https://doi.org/10.33772/jpep.v6i2.19036
Ali, Z. (2012). Sosiologi hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Aloysiur Entah, R. (1989). Hukum perdata (suatu perbandingan ringkas). Yogyakarta: Liberty.
Anisah, & Riswandi. (2015). Pantai Lampuuk dan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 2(2).
Anonim. (2018). Kamus hukum. Bandung: PT Umbara.
Aryanti, A. N., & Utami, W. N. (2022). Strategi inovasi pada industri kreatif: Sebuah upaya pemulihan bisnis di masa pandemi COVID-19. Image: Jurnal Riset Manajemen, 11(1), 26–37. https://doi.org/10.17509/image.v11i1.38433
Ashoer, M., et al. (2021). Ekonomi pariwisata. Medan: Yayasan Kita.
Astina. (2020). Kemitraan bisnis dalam pariwisata Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.
Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik kepariwisataan Indonesia.
Bagus, H. S. P., Aththoriq, M. T., Aprianto, N. E. K., Ananda, P., & Nad, Q. (2024). Strategi pengembangan dan implementasi industri pariwisata di Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi, dan Pajak, 1(4). https://doi.org/10.61132/jieap.v1i4.660
Bappenas. (2020–2024). RPJMN: Pengembangan SDM dan UMKM pariwisata.
Bappenas. (2021–2022). Laporan evaluasi pemulihan ekonomi nasional (PEN) sektor pariwisata.
Bessie, J. L. D. (2019). Implementasi e-commerce dalam industri pariwisata. Journal of Management (SME’s), 8(1).
Cahyowati, R. R., Asmara, G., & Wibowo, G. D. H. (2022). Kebijakan pembangunan pariwisata berkelanjutan di Desa Pulau Maringkik Kabupaten Lombok Timur. Unram Journal of Community Service, 3(4). https://doi.org/10.29303/ujcs.v3i4.396
Cakranegara, P. A. (2022). Analisis pembukaan dan pengembangan kawasan industri di Indonesia. Jurnal EL-RIYASAH, 13(1), 68. https://doi.org/10.24014/jel.v13i1.18941
Chairunisalda, S. K. (2021). Analisis pengaruh sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur (Tahun 2014–2018). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya, 9(2).
Cohen, M. L., & Olson, K. C. (2000). Legal research in a nutshell. St. Paul, MN: West Group.
Dharmana, W., Diaz, R. A. N., & Ratniasih, N. L. (2019). Aplikasi business to business marketplace jasa. Jurnal Media Aplikom, 11(1).
Diantha, M. P. (2017). Metodologi penelitian hukum normatif dalam justifikasi.
Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum normatif dan empiris. Depok: Prenadamedia Group.
Giap, Y. C., et al. (2020). Cloud computing: Teori dan implementasi. Yayasan Kita Menulis.
Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu.
Hasibuan, A., Jamaludin, Y., Yuliana, Y., Sudirman, A., Wirapraja, A., Kusuma, A. H. P., Hwee, T. S., Napitupulu, D., Afriany, J., & Simarmata, J. (2020). E-business: Implementasi, strategi dan inovasinya. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Hidayah, N. (2019). Pemasaran destinasi pariwisata.
Hutchinson, T. (2002). Researching and writing in law. Sydney: Lawbook Co.
Ibrahim, J. (2013). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia.
Imansyah, N. (2025, April 25). NTB dorong pengembangan pariwisata berkelanjutan. Antaranews. https://www.antaranews.com/berita/2014731/ntb-dorong-pengembangan-pariwisata-berkelanjutan
Ismail, N. H. (2007). Perkembangan hukum pertanahan: Pendekatan ekonomi–politik. Jogjakarta: HUMA dan Magister Hukum UGM. Dalam Ngobrolin Hukum: Obrolan Ringan Seputar Hukum. https://ngobrolinhukum.wordpress.com/2013/02/05
Jamaludin, J., et al. (2020). Tren teknologi masa depan. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Kansil, C. T. S., & Christine. (2012). Hukum Tata Negara Republik Indonesia 1. Jakarta: Rineka Cipta.
Kansil, C. T. S., et al. (1995). Modul hukum perdata. Jakarta: Pradnya Paramita.
Kementerian Dalam Negeri. (2022). Evaluasi Perda dan implementasi pengawasan usaha pariwisata di daerah.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2020). Rencana induk pengembangan pariwisata nasional (RIPPNAS).
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2020). Rencana strategis 2020–2024. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2023). Laporan kinerja 2023: Pengembangan SDM dan desa wisata.
Kreatif, K. E. & E. (2014). Ekonomi kreatif: Kekuatan baru Indonesia 2025. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. https://www.slideshare.net/andrietrisaksono/ekonomi-kreatif-kekuatanbaruindonesia-menuju-2025
Kreatif, K. P. & E. (2020). Buku panduan pemberdayaan masyarakat desa wisata berbasis pendampingan. Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Magfirat, A. I. (2018). Arah politik hukum pengembangan wisata Indonesia ditinjau dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan (Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta).
Manuhutu, F., Rediyasa, I. W., & Pricilia, J. (2024). Analisis peraturan Undang-Undang kepariwisataan Republik Indonesia. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4). https://doi.org/10.47467/alkharaj.v7i7.9367
Marzuki, P. M. (2008). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Kencana.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Cet. ke-13). Jakarta: Kencana.
Moelana, A. R. (2023). Implementasi konsep pentahelix dalam pengembangan desa wisata halal (Kajian di Desa Nusa Lhoknga) (Disertasi doktor, UIN Ar-Raniry).
Muliawanti, L., & Susanti, D. (2020). Digitalisasi destinasi sebagai strategi pengembangan promosi pariwisata di Kabupaten Magelang. Warta ISKI, 3(2), 135–143. https://doi.org/10.25008/wartaiski.v3i02.53
Natadimaja, H. (2009). Hukum perdata mengenai hukum orang dan hukum benda. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ndjurumbaha, V. Y. L., Tiwu, M. I. H., & Ballo, F. W. (2024). Peran sektor pariwisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Sumba Timur. Jumek: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif, 2(3). https://doi.org/10.59024/jumek.v2i3.366
Nurhalimah, N., Darmawan, R. N., & Kanom, K. (2021). Bimbingan teknis digitalisasi promosi berbasis website dan media sosial daya tarik wisata Air Terjun Kedung Angin Desa Pakel Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 1(2), 223–230. https://doi.org/10.54082/jamsi.74
Nurwati, D., Muhammad, A. S., & Suswaini, E. (2020). Analisis jejaring pelaku pariwisata di Kabupaten Bintan: Studi pada event Ironman Bintan. Jurnal Sosiohumaniora Kodepena Information Center for Indonesian Social Sciences, 1(2).
Pertanian, I. (2020). Strategi pengembangan industri kreatif untuk inovasi. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 30(3), 290–298. https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2020.30.3.290
Pitana, I. G., & Diarta, I. K. S. (2009). Pengantar ilmu pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Putra, I. B. W., et al. (2013). Hukum bisnis pariwisata. Bandung: PT Refika Aditama.
Rachmawati. (2021). Peran perguruan tinggi dalam pengembangan SDM pariwisata di era digital. Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia, 4(2), 55–63.
Rahardjo, S. (2012). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (n.d.). Penyelenggaraan keadilan dalam masyarakat yang sedang berubah. Jurnal Masalah Hukum.
Rahmayani. (2021). Pengaruh sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Banda Aceh.
Rahu, P. D., & Suprayitno, S. (2021). Kolaborasi model pentahelix dalam pengembangan desa wisata Sei Gohong Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan, 10(1), 13–24. https://doi.org/10.37304/jispar.v10i1.2286
Ratnawati, A. T. (2016). Strategi pengembangan industri kreatif sebagai penggerak destinasi pariwisata di Kabupaten Semarang.
Remoaldo, P., & Cadima-Ribeiro, J. (2019). Creative tourism as a new challenge to the development of destinations: The Portuguese case study. In Cultural and creative industries. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-99590-8_5
Rochaeni, A., & Fujilestari, N. A. (2022). Model pentahelix dalam pengembangan pariwisata di Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. Neo Respublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(1), 124–134. https://doi.org/10.52423/neores.v4i1
Rosalina, I. (2012). Efektivitas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan pada kelompok pinjaman bergulir di Desa Mantren Kecamatan Karangrejo Kabupaten Madetaan. Jurnal Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat, 1(1).
Rudy, D. G., & Mayasari, I. D. A. D. (2019). Prinsip-prinsip kepariwisataan dan hak prioritas masyarakat dalam pengelolaan pariwisata berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan. Kertha Wicaksana: Sarana Komunikasi Dosen dan Mahasiswa, 13(2), 73–84. http://dx.doi.org/10.22225/kw.13.1.929.1-5
Rusdi, S. (2016). Strategi pembangunan industri Indonesia (Analisis kebijakan dan perspektif industri masa depan). Unisia, 13(15), 27–34. https://doi.org/10.20885/unisia.vol13.iss15.art2
Saebani, B. A., et al. (2016). Perbandingan hukum perdata. Bandung: CV Pustaka Setia.
Salim, H. S., & Nurbani, E. S. (2014). Perbandingan hukum perdata. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Sembiring, R. (2016). Hukum keluarga (Harta-harta benda dalam perkawinan). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sihombing, N. E. (2021). Strategi pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Toba dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah. Jurnal Ilmiah, 1(2), 150–172.
Soekanto, S. (1982). Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum. Jakarta: Rajawali Pers.
Soekanto, S. (2005). Faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soekanto, S. (2007). Efektivitas hukum dan peranannya dalam masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.
Soekanto, S. (2007). Pokok-pokok sosiologi hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soemitro, R. H. (1990). Metodologi penelitian hukum dan jurimetri. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Soeroso, R. (2013). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Sucahyowati, H. (2020). Manajemen: Sebuah pengantar. Jakarta: Grafindo.
Suciu, M.-C. (2009). Creative economy and creative cities. Romanian Journal of Regional Science, 3(1).
Sulastri, S. (2019). Pengaruh pendapatan sektor pariwisata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Lampung Timur. Fidusia: Jurnal Keuangan dan Perbankan, 2(2). https://doi.org/10.24127/jf.v2i2.451
UNWTO. (2020). Sustainable tourism and community involvement.
Usman, R. (2006). Aspek-aspek hukum perorangan dan kekeluargaan di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Waitt, G., & Gibson, C. (2014). Tourism and creative economies. In The Wiley Blackwell Companion to Tourism. https://doi.org/10.1002/9781118474648.ch18
Wibowo, D. (2022). Peran media sosial dalam promosi wisata lokal. Jurnal Komunikasi Pariwisata, 6(1).
Widiatedja, I. G. N. P. (2011). Kebijakan liberalisasi pariwisata: Konstruksi konsep, ragam masalah, dan alternatif solusi. Denpasar: Udayana University Press.
Wijaya, I. G. P. (2022). Pemetaan tantangan pengembangan SDM pariwisata di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 24(1).
World Economic Forum. (2019). The travel and tourism competitiveness report 2019: Travel and tourism at a tipping point. http://reports.weforum.org/ttcr
Yoeti, O. A. (2018). Ekonomi pariwisata: Introduksi, informasi, dan implementasi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Yohanes, F. D. (2019). Pariwisata berkelanjutan dalam perspektif pariwisata budaya. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Yuliadi. (2022). Sinergi pentahelix dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Daerah, 9(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





