Implementasi Peran Kurator dalam Proses Kepailitan Pasca PKPU Berdasarkan Undang Undang Kepailitan No 37 Tahun 2004

Authors

  • Doni Margipson Sitohang Univesitasn HKBP Nommensen Medan
  • Roida Nababan Univesitasn HKBP Nommensen Medan

DOI:

https://doi.org/10.55606/jass.v7i1.2220

Keywords:

Authority Receiver, Bankruptcy, Effectiveness Bankruptcy System, PKPU, Receiver

Abstract

This research examines the implementation of the curator’s role in the bankruptcy process following the Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) based on Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations. The main objective of this study is to analyze the role, authority, and challenges faced by curators in carrying out their duties in accordance with Indonesia’s positive legal framework. This research employs a normative juridical approach combined with an empirical juridical approach, incorporating a review of legal literature, court rulings, and statutory regulations, as well as interviews with curators and supervising judges in commercial courts. The findings reveal that curators play a central role as administrators and liquidators of bankrupt estates, with the authority to inventory, secure, manage, and liquidate the debtor’s assets to protect creditors’ interests. Pursuant to Law Number 37 of 2004, curators are also responsible for overseeing the bankruptcy process, preparing reports, and ensuring that the distribution of liquidation proceeds is conducted transparently and equitably. However, the implementation of this role often faces obstacles such as limited curator competence and resources, external interference, the complexity of bankruptcy laws, and inadequate judicial supervision. This study emphasizes the importance of legal reform, professional capacity building, and the adoption of digital technology to enhance the effectiveness of Indonesia’s bankruptcy system. A professional, accountable, and integrity-driven curator is essential to achieving the fundamental objectives of bankruptcy law—ensuring fair, efficient, and transparent debt settlement for all parties involved.

References

Anisah, S. (2008). Perlindungan kepentingan kreditor dan debitor dalam hukum kepailitan di Indonesia. Yogyakarta: Total Media.

Anisah, S. (2008). Perlindungan kepentingan kreditor dan debitor dalam hukum kepailitan di Indonesia. Total Media.

Hartini, R. (2009). Penyelesaian sengketa kepailitan di Indonesia. Jakarta: Pranamedia.

Hatta, A. H. (2014). Hukum kepailitan dan PKPU di Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hatta, A. H. (2014). Hukum kepailitan dan PKPU di Indonesia. Citra Aditya Bakti.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 tentang Imbalan Jasa bagi Kurator dan Pengurus.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2021). Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 23/PUU-XIX/2021.

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Simamora, D. (2018). Peranan kurator dalam proses kepailitan di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sjahdeini, S. R. (2015). Sejarah, asas, dan teori hukum kepailitan: Memahami Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Jakarta: Prenada Media Group.

Soemitro, R. S. (2015). Pokok-pokok hukum kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Subhan, M. H. (2008). Hukum kepailitan: Prinsip, norma, dan praktek di peradilan. Jakarta: Prenada Media Group.

Sutedi, A. (2017). Hukum kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Jakarta: Sinar Grafika.

Wahid, M. (2018). Implementasi peran kurator dalam kepailitan: Studi kasus di Pengadilan Niaga Jakarta. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 48(3), 456–475.

Downloads

Published

2026-01-05

How to Cite

Doni Margipson Sitohang, & Roida Nababan. (2026). Implementasi Peran Kurator dalam Proses Kepailitan Pasca PKPU Berdasarkan Undang Undang Kepailitan No 37 Tahun 2004. JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE, 7(1), 228–236. https://doi.org/10.55606/jass.v7i1.2220

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.