Perlindungan Pidana Anak terhadap Pelaku Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian Bedasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

Studi Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2024/Pn Kph

Authors

  • Aura Dina Octavia Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Zarisnov Arafat Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Muhamad Abas Universitas Buana Perjuangan Karawang

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i3.2692

Keywords:

Child in Conflict With the Law, Child Protection, Criminal Liability of Children, Judicial Consideration, Juvenile Criminal Justice

Abstract

Protection of children involved in legal matters is an important aspect of human rights guarantees stipulated in the 1945 Constitution and Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. Children who commit crimes have different characteristics compared to adults, so the application of the law must take into account psychological, social factors, and the best interests of the child. In reality, though, there are still instances of minors committing grave crimes, such as maltreatment that results in death. According to the study's findings, a judge imposed a prison sentence of three years and eight months in accordance with Article 338 of the Criminal Code and Article 55 paragraph (1) number 1 of the Criminal Code, taking into consideration the maximum limit of half of the threat of punishment for adults in accordance with Article 81 paragraph (2) of the Juvenile Criminal Justice System Law. This investigation purposes to examine the application of the law to children involved in cases of abuse resulting in death and to explore the judge's considerations regarding the criminal responsibility of children in the Kepahiang District Court Decision Number 1/Pid. Sus-Anak/2024/PN Kph. The judge's considerations refer to the fulfillment of the elements of the crime, namely the element of “whoever”, the element of “intentionally taking the life of another person”, and the element of “participating in carrying out the act".

References

Ahdan Ramdani. (2025). Perbandingan KUHP lama & KUHP baru.

Akbar, M. G. G. (2021). Ilmu perundang-undangan. FBIS Publishing.

Andina, P., & Serepina. (2023). Criminal liability of perpetrators of murder in the perspective of Law No. 1 of 2023 on the Criminal Code (KUHP).

Arief, B. N. (2010). Bunga rampai kebijakan hukum pidana: Perkembangan penyusunan konsep KUHP baru. Kencana.

Asmawati, H. (2022). Tinjauan yuridis terhadap pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Jurnal Hukum Legalita, 4(2), 147–160. https://doi.org/10.47637/legalita.v4i2.640

Asmawati, H., Kelas, B. P., & Palembang, I. (2022). Tinjauan yuridis terhadap pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Filonia, F. B., Hukum, M., & Soedirman, U. J. (2024). Penerapan restorative justice terhadap anak dalam perspektif sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Hukum in Concreto, 3(1). https://doi.org/10.59581/doktrin.v1i4.2475

Idris, M. F. (2023). Hukum pidana jilid 2. Yayasan Prima Agus Teknik & Universitas STEKOM.

Indrati S., M. F. (2020). Ilmu perundang-undangan. PT Kanisius.

Irawan, O., Nahat, S., Nababan, T., Syafrida, & Sufiarina. (2025). Penegakkan hukum di Negara Republik Indonesia. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi, 2(1), 21–28. https://doi.org/10.62383/federalisme.v2i1.479

Iskandar, A., Wirogioto, A. J., & Saefullah. (2025). Sistem peradilan pidana terhadap anak sebagai pelaku kekerasan yang menyebabkan luka berat. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(8), 20–33. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11213

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (n.d.). Direktori putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://putusan3.mahkamahagung.go.id

Munggardijaya, A., Kurniati, Y., & Ayu Susanti, R. (2021). Implementasi diversi terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2022 tentang Bentuk dan Tata Cara Pelaksanaan Pidana dan Tindakan terhadap Anak. (2022).

Putusan Pengadilan Negeri Enrekang Nomor 3/Pid.Sus-Anak/2020/PN Enr tanggal 17 Juni 2020.

Putusan Pengadilan Negeri Kepahiang Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2024/PN Kph tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian, 7 Februari 2024.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Rizkia, & Yara, D. H. (2014). Tinjauan yuridis terhadap pertanggungjawaban anak di bawah umur sebagai pelaku tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian dikaitkan dengan prinsip-prinsip perlindungan anak dalam sistem hukum Indonesia. Universitas Kristen Maranatha.

Santosos, A. P. A. (2023). Sosiologi hukum. Pustaka Baru Press.

Santosos, A. P. A. (2023). Tindak pidana korupsi. Pustaka Baru Press.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Tyrmulsa_Dkk. (2026). TYRMULSA+DKK.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Wahyuni, R. (2026). Penerapan hukum pidana mati terhadap tindak pidana pembunuhan berencana menurut KUHP dan UU No. 1 Tahun 2023 (Studi kasus Putusan No. 634/PID.B/2023/PN Smn jo Putusan No. 39/PID/2024/PT YYK). RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 9647–9654. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.5281

Zulfa, E. A. (2011). Pergeseran paradigma pemidanaan. Lubuk Agung.

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Aura Dina Octavia, Zarisnov Arafat, & Muhamad Abas. (2026). Perlindungan Pidana Anak terhadap Pelaku Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian Bedasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak: Studi Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2024/Pn Kph. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(3), 205–218. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i3.2692

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)