Kohabitasi dalam Bingkai Hukum Positif Indonesia: Kajian Normatif Atas Larangan, Kriminalisasi, dan Problematika Penegakan Hukumnya

Authors

  • Cindy Wi Universitas Jambi
  • Elly Sudarti Universitas Jambi
  • Taufik Yahya Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i1.2349

Keywords:

Cohabitation, Criminalization, Indonesian Law Enforcement, Marriage Law, National Criminal Code

Abstract

Cohabitation—defined as the practice of two unmarried individuals living together in an intimate relationship—presents a growing normative challenge in Indonesian society, which maintains a theistic constitutional foundation while navigating rapid social change. This article examines cohabitation through three juridical lenses: first, the regulatory architecture through which Indonesian law prohibits cohabitation; second, the criminalization framework established under Law Number 1 of 2023 on the National Criminal Code; and third, the practical and theoretical problems that emerge in law enforcement. Employing a normative legal research methodology that integrates statutory, conceptual, and comparative approaches, this study finds that prohibitions against cohabitation are embedded across multiple regulatory layers—spanning marriage law, customary law, codified Islamic law, and regional legislation. The National Criminal Code, through Articles 412 and 413, introduces for the first time an explicit criminalization of cohabitation within Indonesia's post-independence penal codification. Nevertheless, the complaint-based offense structure, evidentiary challenges, and persistent tension between formal norms and social realities produce a substantial implementation gap. The study concludes that legal effectiveness in addressing cohabitation requires coordinated action across criminal enforcement, family institution strengthening, and sustained legal literacy programs.

References

Ali, Z. (2011). Hukum perdata Islam di Indonesia. Kencana Prenada Media.

Arief, B. N. (2011). Pembaruan hukum pidana dalam perspektif kajian perbandingan. Citra Aditya Bakti.

Azhary, M. T. (2004). Negara hukum: Suatu studi tentang prinsip-prinsipnya dilihat dari segi hukum Islam, implementasinya pada periode negara Madinah dan masa kini. Kencana.

Febrianto, & Romadhan, M. L. T. (2026). Kontroversi dan implikasi KUHP baru tahun 2026 terhadap kebebasan sipil di Indonesia. AHKAM, 14(1), 45–67. https://doi.org/10.58578/ahkam.v5i1.9245

Goode, W. J. (1982). The family. Prentice-Hall.

Hadikusuma, H. (2007). Hukum perkawinan Indonesia menurut perundangan, hukum adat, hukum agama. Mandar Maju.

Hamzah, A. (2019). Hukum pidana Indonesia. Sinar Grafika.

Harahap, M. Y. (2012). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP: Penyidikan dan penuntutan (Edisi Kedua). Sinar Grafika.

Huda, S. (2015). Zina dalam perspektif hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. HUNAFA: Jurnal Studia Islamika, 12(2), 377–400. https://doi.org/10.24239/jsi.v12i2.401.377-397

Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Kurniawan, W., Sudarmanto, K., Sukarna, K., & Manurung, M. (2025). Kohabitasi dalam KUHP 2023 ternyata tidak (perlu) dipidana. Journal Juridisch, 2(1), 33–50. https://doi.org/10.26623/jj.v2i3.10491

Lailam, T. (2020). Membangun constitutional morality hakim konstitusi di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 20(2), 201–218. https://doi.org/10.30641/dejure.2020.V20.511-530

Lev, D. S. (1972). Islamic courts in Indonesia: A study in the political bases of legal institutions. University of California Press.

Mahfud MD, M. (2006). Membangun politik hukum, menegakkan konstitusi. LP3ES.

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media.

Muladi. (2002). Demokratisasi, hak asasi manusia, dan reformasi hukum di Indonesia. The Habibie Center.

Mulyadi, L. (2020). Hukum acara pidana Indonesia: Suatu tinjauan khusus terhadap surat dakwaan, eksepsi, dan putusan peradilan. Citra Aditya Bakti.

Nawawi Arief, B. (2016). Bunga rampai kebijakan hukum pidana: Perkembangan penyusunan konsep KUHP baru. Kencana.

Prawirohamidjojo, S. (2000). Pluralisme dalam perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Airlangga University Press.

Prodjodikoro, W. (1981). Tindak-tindak pidana tertentu di Indonesia. Eresco.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-XIV/2016 tentang Pengujian Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Rasyid, A. (2022). Problematika anak sah dalam perspektif hukum perkawinan nasional dan putusan MK Nomor 46 Tahun 2010. Al-Risalah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 22(1), 1–20. https://doi.org/10.30863/al-risalah.v2i1.438

Risdiarto, D. (2017). Kebijakan dan strategi pembangunan hukum dalam memperkuat ketahanan nasional. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 17(3), 289–304. https://doi.org/10.30641/dejure.2017.V17.177-193

Rofiq, A. (1995). Hukum Islam di Indonesia. Raja Grafindo Persada.

Satrio, J. (1991). Hukum harta perkawinan. Citra Aditya Bakti.

Siagian, S. W. (2016). Psikologi sosial. Balai Pustaka.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2011). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.

Suardita, G. H., & Irayadi, M. (2025). Limits and proof of adultery in Islamic law and Law No. 1 of 2023: Criminology perspective. Decisio: Law Journal, 3(1), 12–28. https://doi.org/10.52249/decisio.v2i1.21

Subekti, R. (2003). Hukum keluarga dan hukum waris. Intermasa.

Sulaiman, K. F. (2017). Politik hukum penegakan qanun jinayat di Aceh. Thafa Media.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6842.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76.

Wulandari, S. R., Khosyi'ah, S., & Mukhlas, O. S. (2023). Perkembangan pemikiran hukum keluarga tentang anak luar perkawinan yang sah. Jurnal Hukum Pelita, 4(2), 115–130. https://doi.org/10.37366/jh.v4i2.3115

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Cindy Wi, Elly Sudarti, & Taufik Yahya. (2026). Kohabitasi dalam Bingkai Hukum Positif Indonesia: Kajian Normatif Atas Larangan, Kriminalisasi, dan Problematika Penegakan Hukumnya. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(1), 28–40. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i1.2349

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.