Edukasi Pemanfaatan Apotek Hidup dalam Mendukung Upaya Pencegahan Stunting di Desa Dolat Rayat
DOI:
https://doi.org/10.55606/jppmi.v5i3.3022Keywords:
Dolat Rayat Village, Education, Stunting, Food Plants, Living PharmacyAbstract
Stunting is one of the nutritional problems that can impair children's growth and development. Stunting prevention is not only related to health aspects but also requires increased knowledge about nutrition, food utilization, and community involvement in creating an environment that supports children's growth and development. One approach that can be implemented is the utilization of available land through a living pharmacy program, which can also serve as an educational medium for introducing food plants and their health benefits. This activity aimed to provide students with education on plant utilization and to foster environmental awareness as part of efforts to support stunting prevention in Dolat Rayat Village. The activity was conducted at SD 047171 Basam-Tongkoh through several stages, including land preparation, plant preparation, planting, education on the benefits of plants, and student involvement in maintaining the living pharmacy. The plants cultivated included spinach, water spinach, red chili, tomatoes, cucumbers, and carrots. The results showed that the living pharmacy program was successfully implemented and provided students with an educational experience regarding land utilization and the benefits of food plants. The activity also encouraged students to participate in plant maintenance, allowing the program to be developed sustainably. The main obstacle encountered during the implementation was limited land availability, which restricted the number of plants that could be cultivated. The living pharmacy program is expected to serve as an educational and environmental empowerment medium that supports increased knowledge of nutritious food and contributes to stunting prevention efforts in Dolat Rayat Village.
References
Anggraini, D., & Sari, M. (2021). Pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 123–130.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025a). Angka stunting 2024 turun. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025b). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dewi, R. K., Nurhayati, N., & Lestari, S. (2022). Pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 45–52.
Fadilah, N., & Hidayat, R. (2022). Edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 5(2), 98–105.
Fitriani, A., & Andriani, R. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya meningkatkan kesehatan keluarga. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(1), 55–63.
Handayani, L., & Suharmiati. (2021). Pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 5(2), 87–95.
Hidayati, N., Kusuma, A. M., & Pratiwi, D. (2022). Pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai alternatif peningkatan kesehatan masyarakat. Jurnal Abdimas Kesehatan, 4(3), 210–218.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Cegah stunting dengan perbaikan pola makan, pola asuh dan sanitasi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024a). Laporan kinerja Kementerian Kesehatan tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024b). Panduan Hari Gizi Nasional ke-64 tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025a). Pertama kali dalam sejarah: Prevalensi stunting Indonesia turun di bawah 20 persen. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025b). Untuk meningkatkan kualitas layanan gizi esensial dan imunisasi, Kemenkes lakukan pembekalan dengan 38 Poltekkes. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kurniawati, E., & Nurhayati, S. (2023). Edukasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting pada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 6(2), 120–128.
Lestari, D., Rahmawati, F., & Sari, N. (2024). Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(2), 145–153. https://doi.org/10.35720/jpkm.v4i1.50
Mohammad, A., & Madanijah, S. (2015). Konsumsi buah dan sayur anak usia sekolah dasar di Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan, 10(1).
Ningrum, M., Dina, R. A., & Fajriah, E. (2024). Hubungan pengetahuan gizi ibu dan tingkat pendapatan keluarga dengan tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di Desa Babakan. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 3(2), 114–119. https://doi.org/10.25182/jigd.2024.3.2.114-119
Nuraeni, I., Karimah, I., & Setiawati, D. (2023). Pengetahuan, preferensi serta konsumsi sayur dan buah pada anak di SDN Cilolohan Kota Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 2(4), 264–268. https://doi.org/10.25182/jigd.2023.2.4.264-268
Pratiwi, R. D., & Haryanto, S. (2022). Edukasi pemenuhan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Jurnal Abdimas Kesehatan, 4(1), 67–74. https://doi.org/10.24853/assyifa.1.2.67-78
Rahmawati, D., & Suryani, E. (2023). Pemanfaatan pekarangan rumah melalui tanaman obat keluarga untuk mendukung kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 34–42.
World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. World Health Organization.
World Health Organization. (2024). Malnutrition. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







