Peran KUB Maju Bersama pada Implementasi Teknologi Tepat Guna Pencacah Sampah Organik dalam Produksi Kompos

Authors

  • M Imam Arifandy Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ningsih Amira Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Dina Sefriana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Muhammad Abdul Azis Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Muhammad Fikri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Gilang Saputra Efendi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ranti Yurda Oktia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.55606/jppmi.v5i1.2400

Keywords:

Appropriate Technology, Compost, Cross-Sectoral Collaboration, Community Empowerment, Organic Waste

Abstract

This research discusses the application of appropriate technology (AT) in the form of an organic waste shredder machine at the Maju Bersama Joint Business Group (KUB) in Nagari Kamang Tangah Anam Suku, West Sumatra. The research used a descriptive qualitative method with in-depth interviews. This research analyzes the role of organizations in implementing TTG thru four main aspects: inter-organizational task roles, resource task roles, service task roles, and extra-organizational roles. The research results show that inter-organizational task roles are reflected thru coordination and partnerships between TTG institutions, village governments, relevant agencies, and financial institutions that support program planning and implementation. The role of resource tasks is evident in KUB's ability to manage funding, human resources, and organic waste raw materials in an integrated manner to support the sustainability of activities. The role of service tasks is realized thru direct mentoring, technical guidance, and training provided to KUB members, thereby enhancing community skills and independence in operating technology. Meanwhile, the extra-organizational role is evident in efforts to build networks with external parties, the use of social media as a means of disseminating innovation, and the involvement of universities in developing technology based on local needs. Overall, these four roles are interconnected and contribute to improving the effectiveness of appropriate technology implementation and supporting community empowerment based on organic waste management.

References

Adriellia, M. (2025). Mengubah sampah menjadi peluang pasar. Diperoleh dari https://binus.ac.id/bandung/creativepreneurship/2025/02/10/mengubah-sampah-menjadi-peluang-pasar/

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory.

Arifandy, M. I., Suwondo, Z., Zulkarnain, & Putra, R. M. (2026). Institutional role model of independent oil palm farmers in implementing sustainable oil palm plantation. Sustainable Development, 2026(0), 1–10. https://doi.org/10.1002/sd.70944

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2015). Designing and implementing cross-sector collaborations. Public Administration Review.

Eko, S., & Sari, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Jakarta: Kencana.

Fitri, A., dkk. (2025). Gerakan pilah sampah dari rumah: Edukasi dan penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis wirausaha masyarakat. Jurnal Medika, 4(3), 678–683.

Hadayati, D., dkk. (2023). Pemanfaatan limbah rumah tangga dan limbah pertanian sebagai pupuk organik di Desa Gekbrong Cianjur. Jurnal PKM Babakti, 03(2).

Hamidah, N., dkk. (2023). Pengaplikasian komposter sampah organik untuk pemenuhan kebutuhan pupuk di Desa Palengaan Dajah Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamakasan. Community Development Journal, 4(4), 7980–7991.

Harahap, N., & Amanah, S. (2020). Efektivitas kelompok dalam adopsi inovasi budidaya padi organik di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Penyuluhan, 16(1), 69–79.

Hashemi, S. M., & Rosenberg, R. (2006). Graduating the poorest into microfinance: Linking safety nets and financial services. Focus Note, 34, 1–12.

Hutabalian, F. R., Dkk. (2025). Analisis tingkat kesadaran masyarakat Desa Simpang Sigura Gura dan partisipasi mereka dalam pengelolaan sampah. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jotika, 4(2), 55–61.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2017). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Maru, R., Karim, H., Side, S., Ismail, I., Hasrin, S. W., Nur, M. M., & Nasrul, N. (2025). Penerapan teknologi pencacah sampah ramah lingkungan untuk pembuatan pupuk organik bagi masyarakat Desa. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 864–875.

Masdani, dkk. (2023). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat: Menuju lingkungan bersih dan sehat. Asskruie: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 67–74.

Mukhtar, A., Musantono, A. E., & Mulyadi, A. (2024). Peningkatan produksi kompos dengan mesin pencacah sampah organik di Desa Badean Kecamatan Blimbingsari. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 237–241.

Nugraha, N., dkk. (2019). Rancang bangun mesin pencacah sampah organik rumah tangga. Jurnal Rekayasa Hijau, 3(3), 169–178.

Nugroho, A., & Rahmawati, D. (2021). Implementasi mesin pencacah sampah untuk peningkatan produksi kompos. Jurnal Teknologi Lingkungan, 22(1), 45–53.

Nurdiyah, D., & Julu, D. I. S. H. (2025). Klasifikasi sampah organik dan non-organik menggunakan transfer learning. Jurnal Transformatika, 23(1), 12–29. https://doi.org/10.26623/transformatika.v23i1.12201

Padila, C. (2025). Pengaruh partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan terhadap kesejahteraan sosial. Jurnal Ilmu Sosial, 1(1), 8–14.

Prayitno, H., Amrul, I., Irsyad, M., Nafrizal, & Supono. (2025). Sosialisasi pemanfaatan mesin pencacah dalam pengelolaan sampah mendukung SDGs Desa Peswaran Indah. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(4), 913–927. https://doi.org/10.35912/yumary.v5i4.3801

Putri, P. Y. A., dkk. (2025). PKM pemanfaatan limbah ampas tebu dan ampas kopi: Implementasi dukungan penerapan SDGs (12). Journal of Social Service and Empowerment, 2(2), 62–71. https://doi.org/10.56743/josse.v2i2

Rahman, A., & Putri, N. (2022). Penguatan kelembagaan kelompok usaha dalam program pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pembangunan Sosial.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.

Setiawan, B. (2020). Teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik. Yogyakarta: Deepublish.

Sholihah, K. K. A., & Hariyanto, B. (2020). Kajian tentang pengelolaan sampah di Indonesia. Jurnal Swara Bhumi, 3(3), 1–9.

Siagian, H. F. A. S. (2022). Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Artikel KPKNL Lahat.

Uphoff, N. (1992). Local institutions and participation for sustainable development. World Bank.

Widodo, S., & Pranoto, Y. (2019). Pemanfaatan kompos dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Jurnal Ilmu Pertanian.

Wijaya, H. (2022). Analisis efisiensi pengolahan kompos pada kelompok usaha masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Desa, 7(1), 23–34.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

M Imam Arifandy, Ningsih Amira, Dina Sefriana, Muhammad Abdul Azis, Muhammad Fikri, Gilang Saputra Efendi, & Ranti Yurda Oktia. (2026). Peran KUB Maju Bersama pada Implementasi Teknologi Tepat Guna Pencacah Sampah Organik dalam Produksi Kompos. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 5(1), 50–63. https://doi.org/10.55606/jppmi.v5i1.2400