Enhancing the Institutional Capacity of Farmer Groups through Data Management and Administrative Counseling at the BPP of Bukit Kapur District, Dumai City

Authors

  • Fara Shaliza Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning
  • Nurul Hasana Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning
  • Sinta Fransiska Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning

DOI:

https://doi.org/10.55606/jppmi.v1i4.2294

Keywords:

Agricultural Extension, Data Management, Farmer Groups, Institutional Administration, Rural Development

Abstract

Farmer group institutions play a strategic role in supporting agricultural development; however, many farmer groups still face limitations in data management and institutional administration. These limitations affect planning, decision-making, and access to agricultural development programs. This Community Service Program (PKM) aims to enhance farmers’ understanding and skills in data management and institutional administration through extension activities at the Agricultural Extension Center (BPP) of Bukit Kapur Subdistrict, Dumai City. The methods applied include lectures, interactive discussions, and hands-on practice in preparing and managing farmer group administrative records. The results indicate an improvement in participants’ knowledge and skills related to group administration, increased awareness of the importance of orderly administrative management, and a collective commitment to implementing sustainable record-keeping practices. Furthermore, the program encouraged the emergence of local leadership and strengthened farmer group institutions as social capital toward farmer independence and welfare.

References

Atsar, A., & Fadlian. (2021). Efektivitas metode ceramah dalam kegiatan penyuluhan. Jurnal Pendidikan dan Penyuluhan, 5(1), 45-53. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i5.4142

Azizah, N. (2021). Pengelolaan administrasi kelompok tani sebagai upaya penguatan kelembagaan petani. Jurnal Agribisnis dan Penyuluhan, 15(2), 101-110.

Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95-S120. https://doi.org/10.1086/228943

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2016). Pedoman pembinaan kelembagaan petani. Kementerian Pertanian.

Kusmana, C., & Garis. (2019). Penerapan metode praktik dalam pelatihan untuk meningkatkan keterampilan peserta. Jurnal Pendidikan Nonformal, 14(1), 23-31.

Mardikanto, T., & Pertiwi. (2019). Penyuluhan pembangunan pertanian. UNS Press.

Mardiyanto, & Prastuti. (2016). Pengaruh metode ceramah terhadap peningkatan pengetahuan peserta pelatihan. Jurnal Penyuluhan, 12(2), 89-98.

Prasetyono, B. (2019). Pengembangan kapasitas kelembagaan petani dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 85-96. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v2i0.458

Risti, D. (2022). Tantangan pengembangan sumber daya manusia pertanian di Indonesia. Jurnal Pembangunan Pertanian, 7(1), 15-24.

Sardin. (2018). Efektivitas metode praktik dalam meningkatkan kompetensi peserta pelatihan. Jurnal Pendidikan dan Pelatihan, 10(2), 66-75.

Triani, D., et al. (2021). Dialog interaktif sebagai strategi pembelajaran partisipatif dalam penyuluhan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 34-42.

Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1999). Agricultural extension (2nd ed.). Blackwell Science.

Wibisono, S. (2016). Penguatan kelembagaan kelompok tani melalui peningkatan kapasitas manajerial. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 11(1), 45-54.

Wuli, R. (2023). Kesejahteraan petani dan tantangan kualitas sumber daya manusia pertanian. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(2), 112-121.

Downloads

Published

2022-12-31

How to Cite

Fara Shaliza, Nurul Hasana, & Sinta Fransiska. (2022). Enhancing the Institutional Capacity of Farmer Groups through Data Management and Administrative Counseling at the BPP of Bukit Kapur District, Dumai City. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(4), 189–196. https://doi.org/10.55606/jppmi.v1i4.2294