Analisis Hukum terhadap Tindak Pidana Korupsi di Bidang Konstruksi dalam Pembangunan Gedung NTT Fair
(Studi Kasus Putusan Nomor 42/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Kpg)
DOI:
https://doi.org/10.55606/jass.v7i1.2210Keywords:
procurement of goods/services, construction, criminal law, corruption, law enforcementAbstract
Procurement of Government Goods / Services is a government spending mechanism that plays an important role in the utilization of state budget. Construction services are sectors that play an important role in Indonesia's development. Through this sector, the physical progress of development can be seen directly. In practice in general the implementation of procurement of goods / services Government construction often occurs problems, among other things, violations of both the Procurement Procurement procedure and the infringement that are detrimental to the State or the criminal act of corruption perpetrated by the organization of procurement of goods / services Construction. The purpose of this study is to determine the legal arrangements for the procurement of goods / services of construction after Perpres No. 4 Tahun 2015 and To know how the implementation of the application of criminal law of corruption in the field of goods / construction services on the decision No. 42/Pid.sus-TPK/2019/PN.KPG. This research is a normative research using primary data and secondary data. The data were collected through interview method and literature study which then analyzed qualitatively and presented descriptively. Based on the results of research has been done, the authors concluded that (1) has been arranged various legal instruments related to the implementation of procurement of goods / government construction services starting from the Act up to the Presidential Decree as a technical arrangement; and (2) the application of criminal law of corruption to the decision No. 42Pid.sus TPK/2019/PN.KPG has been in accordance with the provisions the provisions of the Act constitution. 20 year 2001 jo constutition No 31 Tahun 1999 about Eradiction Criminal Act of Corruption.
References
Adami Chazawi. (2013). Pelajaran hukum pidana. Rajawali Pers.
Amir Ilyas. (2012). Asas-asas hukum pidana. Rangkang Education.
Amiruddin. (2012). Analisis pola pemberantasan korupsi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Jurnal Kriminologi Indonesia, 8(1), 1–12.
Andi Hamzah. (1993). Sistem pidana dan pemidanaan Indonesia. Pradnya Paramita.
Andi Hamzah. (1994). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.
Bagir Manan. (2005). Sistem peradilan berwibawa: Suatu pencarian. Yogyakarta.
Bambang Poerdyatmono. (2007). Alternatif penyelesaian sengketa jasa konstruksi. Jurnal Teknik Sipil, 8(1), 45–56.
Barda Nawawi Arief. (1996). Bunga rampai kebijakan pidana. PT Citra Aditya Bakti.
Barda Nawawi Arief. (2000). Kebijakan penanggulangan kejahatan dengan pidana penjara. Badan Penerbit UNDIP.
Binoto Nadapdap. (2009). Hukum acara persaingan usaha. Jala Permata Aksara.
Butarbutar, R. (2015). Pertanggungjawaban korporasi dalam tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah di bidang konstruksi. Jurnal Penelitian Hukum Legalitas, 9(1), 1–10.
Chairul Huda. (2010). Pola pemberatan ancaman pidana dalam hukum pidana khusus. Makalah Focus Group Discussion (FGD) BPHN Jakarta, 21 Oktober 2010.
Didik Endro Purwoleksono. (2014). Hukum pidana. Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id/101450/1/6%20Hukum%20Pidana.pdf
Erviant, W. I. (2017). Praktek korupsi dalam proyek konstruksi. Seminar Nasional ke-2: Sains, Rekayasa dan Teknologi, Universitas Pelita Harapan, Tangerang.
Evi Hartanti. (2007). Tindak pidana korupsi. Sinar Grafika Offset.
Fauzi, A. (2013). Telaah yuridis tentang tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pada Sekretariat DPRD Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Ilmu Hukum, 9(17), 23–35.
I Made Widnyana. (2010). Asas-asas hukum pidana. PT Fikahati Aneska.
Iswachyudi, R. C. (2012). Meningkatkan efisiensi lewat pembelian barang dan jasa. Dalam Tim Antara Publishing (Ed.), Himpunan peraturan pengadaan barang/jasa pemerintah. Antara Publishing.
J. E. Sahetapy. (1979). Ancaman pidana mati terhadap pembunuhan berencana. Alumni.
John M. Echols & Hassan Shadily. (1997). Kamus Inggris–Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Kadri Husin & Budi Rizki Husin. (2016). Sistem peradilan pidana Indonesia. Sinar Grafika.
Karolus Kopong Medan & Reny R. Masu. (2009). Politik hukum pidana. Undana Press.
Khudzaifah Dimyati. (2010). Teorisasi hukum. Muhammadiyah University Press.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2015). Kajian pencegahan korupsi pada pengadaan barang dan jasa pemerintah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK.
Kusnu Goesniadhio Slamet. (2004). Harmonisasi hukum dalam perspektif perundang-undangan. Jurnal Hukum, 11, 67–78.
Leden Marpaung. (2012). Asas teori praktik hukum pidana. Sinar Grafika.
Marwan Effendy. (2012). Sistem peradilan pidana: Tinjauan terhadap beberapa perkembangan hukum pidana. Referensi.
Moeljatno. (2009). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.
Muryati, D. T., dkk. (2012). Implikasi ketentuan tindak pidana korupsi terhadap kontrak jasa konstruksi. Jurnal Humani, 5(2), 45–55.
P. A. F. Lamintang. (1997). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Citra Aditya Bakti.
Sinlaeloe, P. (2007, 4 Oktober). Korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Kompas.
Sudarto. (1990). Hukum pidana I (Cet. ke-2). Yayasan Sudarto, Fakultas Hukum UNDIP.
Sudarto. (2007). Hukum pidana I. Sinar Grafika.
Y. Kanter & S. R. Sianturi. (2012). Asas-asas hukum pidana di Indonesia dan penerapannya. Storia Grafika.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





