Penerapan Restorative Justice dalam Penyelesaian Tindak Pidana di Bidang Perpajakan oleh Wajib Pajak di KPP Pratama Lubuk Pakam

Authors

  • Toga Manik Universitas Sumatera Utara
  • Marlina Marlina Universitas Sumatera Utara
  • Affila Affila Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i3.2645

Keywords:

Legal Certainty, Recovery of State Losses, Restorative Justice, Tax Crimes, Voluntary Tax Compliance

Abstract

Taxpayers who fail to submit tax returns or fulfill their tax obligations may commit unlawful acts categorized as tax offenses under Indonesian tax criminal law. In practice, the settlement of tax crimes at the Lubuk Pakam Primary Tax Office (KPP Pratama Lubuk Pakam) may be pursued through restorative justice or litigation, creating differences in legal treatment that potentially affect legal certainty and the sense of justice for taxpayers. This study aims to analyze the implementation of restorative justice in resolving tax crimes, compare it with litigation mechanisms, and examine its legal implications for taxpayers. The research employs a normative juridical method supported by empirical data through the analysis of statutory regulations and their implementation in practice. The findings indicate that the application of restorative justice is carried out in accordance with Article 8 paragraph (3) and Article 44B paragraph (1) of Law Number 6 of 1983 concerning General Provisions and Tax Procedures, as amended, by allowing the disclosure of inaccurate tax reporting and the termination of investigations after taxpayers fully recover state revenue losses. Conversely, litigation is applied when taxpayers fail to compensate for state losses by paying outstanding tax liabilities and administrative fines. The implementation of restorative justice provides several advantages, including the recovery of state revenue, avoidance of imprisonment, preservation of taxpayers’ business continuity and reputation, reduction of litigation costs, and encouragement of voluntary tax compliance. Therefore, restorative justice represents an effective legal approach that balances law enforcement objectives with the optimization of state revenue recovery.

References

Abdul Kadir. (2023). Penerapan restorative justice: Studi komparasi fungsi jaksa dalam pencegahan dan penyelesaian tindak pidana korupsi. Thafa Media.

Affila. (2026). Hukum administrasi pemerintahan. PT Yapindo Jaya Abadi.

Darussalam, & Danny. (2020). Reformasi hukum pajak: Gagasan restorative justice dalam penanganan tindak pidana perpajakan. DDTC Working Paper Series.

Dirdjosisworo, S. (2007). Asas-asas hukum pidana pajak. Citra Aditya Bakti.

Fiskusnews.com. (t.t.). Restorative justice dalam tindak pidana perpajakan: Analisis Pasal 44B KUP. https://fiskusnews.com/hukum/restorative-justice-dalam-tindak-pidana-perpajakan-analis-pasal-44b-kup

Hasibuan, L. R., dkk. (2015). Restorative justice sebagai pembaharuan sistem peradilan pidana berdasarkan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. USU Law Journal, 3(3), November 2015.

Jokal, M. R. (2022). Tindak pidana perpajakan dalam pelaporan surat pemberitahuan tahunan pajak menurut undang-undang ketentuan umum dan tata cara perpajakan. Justice Voice: Jurnal Hukum Universitas Krisnadwipayana, 1(2).

Kristian, & Tanuwijaya, C. (2015). Penyelesaian perkara pidana dengan konsep keadilan restoratif (restorative justice) dalam sistem peradilan pidana terpadu di Indonesia. Jurnal Mimbar Justitia, I(02).

Madiasa, Y. S. D., dkk. (2017). Diversi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di tingkat penyidikan (studi di Polresta Medan). USU Law Journal, 5(1).

Mardiasmo. (2023). Perpajakan: Konsep dan isu kontemporer. Andi.

Margono, S. (2000). ADR dan arbitrase: Proses penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Ghalia Indonesia.

Marlina. (2012). Peradilan pidana anak di Indonesia pengembangan konsep diversi. Refika Aditama.

Mohammad Nurul Huda. (2023). Restorative justice dalam hukum acara pidana di Indonesia. Justisia, 7(1). https://journal.uim.ac.id/index.php/justisia/article/view/2178/1151

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Noorsan, I. A., & Yudhanti, R. (2023). Kemanfaatan hukum Jeremy Bentham relevansinya dengan kebijakan pemerintah melalui bantuan langsung tunai dana desa. Sultan Jurisprudance: Jurnal Riset Ilmu Hukum, 3(2), 183–193.

Nurnaningsih Amriani, dalam Ananda, H., & Afifah, S. N. (2023). Penyelesaian secara litigasi dan non-litigasi. Jurnal Ekonomi Syariah dan Keuangan Islam, 1(1).

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan.

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode penelitian hukum doktrinal dan non-doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).

Sitepu, H. B., dkk. (2021). Analisis yuridis pertimbangan hakim Mahkamah Agung terhadap pencabutan pengaduan yang melewati batas waktu dengan menerapkan pendekatan restorative justice (analisis yurisprudensi Mahkamah Agung No. 1600 K/Pid/2009 dan Putusan No. 2238 K/Pid.Sus/2013). Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 2(2).

Sofa, R. R. M., & Nurfatlah, T. (2025). Penerapan asas ultimum remedium dalam tindak pidana di bidang perpajakan (studi kasus di Kanwil DJP Nusa Tenggara). Jurnal Parhesia, 3(1).

Sutiyoso, B., Kristian, & Tanuwijaya, C. (2015). Penyelesaian perkara pidana dengan konsep keadilan restoratif (restorative justice) dalam sistem peradilan pidana terpadu di Indonesia. Jurnal Mimbar Justitia, I(02).

Tampubolon, S. A., dkk. (2023). Penghentian penuntutan tindak pidana penganiayaan berdasarkan pendekatan keadilan restoratif. Locus Journal of Academic Literature Review, 2(3).

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2024.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022.

Utami, P. R. (2018). Konsep diversi dan restorative justice sebagai pergeseran tanggung jawab pidana pada sistem peradilan pidana anak. Volksgeist, 1(1).

Yulianto, T. (2023). Keadilan restoratif (restorative justice) sebagai alternatif penyelesaian perkara tindak pidana. Orbith, 19(2).

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Toga Manik, Marlina Marlina, & Affila Affila. (2026). Penerapan Restorative Justice dalam Penyelesaian Tindak Pidana di Bidang Perpajakan oleh Wajib Pajak di KPP Pratama Lubuk Pakam. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 4(3), 311–322. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i3.2645

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.