Kendala Prosedural Pembentukan Peraturan Daerah dan Implikasinya terhadap Mekanisme Pengujian Yuridis

Studi Empiris pada Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Aslan Noor Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Johan Amanda Maliku Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Alifia Cahyanda Septiani Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Rafalina Oktatia Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Fadhil Putra Nurizal Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i1.2599

Keywords:

Judicial Review, Legislative Formation, Regional Regulation, State Administrative Court, West Java Province

Abstract

Regional Regulations (Perda) constitute a fundamental legal instrument in the administration of regional autonomy in Indonesia. This study aims to: (1) analyze the judicial review mechanism for laws that harm individuals or legal entities within Indonesia's constitutional system; (2) examine procedures for reviewing Government Regulations with implications for harm to individuals or legal entities; and (3) evaluate Perda formation procedures of the West Java Provincial Government and DPRD from the perspective of the State Administrative Court (PTUN). The study employs a normative-empirical method with a descriptive-analytical juridical-normative approach, supplemented by semi-structured interviews with representatives of Bapemperda DPRD West Java Province. Findings indicate that the Constitutional Court's judicial review mechanism is insufficiently responsive to individual remediation; judicial review of sub-statutory regulations by the Supreme Court is not optimally integrated with PTUN mechanisms; and Perda formation in West Java faces procedural constraints including budget limitations, shortage of legislative experts, inadequate substantive public participation, and institutional political dynamics. The theoretical implication affirms the need for incidental review reform within PTUN as a complement to judicial review.

References

Arifin, R. (2021). Fragmentasi mekanisme pengujian peraturan perundang-undangan dan implikasinya terhadap kepastian hukum di Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 28(2), 245–268.

Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Barat. (2026). Wawancara semi-terstruktur mengenai proses pembentukan perda, mekanisme Propemperda, konsultasi publik, evaluasi perda, dan hambatan legislasi. Wawancara dilaksanakan oleh peneliti dari Universitas Singaperbangsa Karawang, Mei 2026.

Butt, S. (2019). The Indonesian Constitutional Court: Reconfiguring decentralization for better or worse? Asian Journal of Law and Society, 6(2), 283–301. https://doi.org/10.1017/als.2018.35

Butt, S., & Lindsey, T. (2018). Indonesian law. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780199677740.001.0001

Crouch, M. (2019). The politics of court reform in Southeast Asia: Actors, agendas, and outcomes. Asian Journal of Comparative Law, 14(S1), S31–S54. https://doi.org/10.1017/asjcl.2019.11

Farida, M. (2022). Partisipasi publik dalam pembentukan peraturan daerah: Kajian terhadap praktik di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Bina Hukum Lingkungan, 7(1), 120–145.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia. Bina Ilmu.

Handoyo, B. H. (2021). Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara dalam pengujian tindakan administrasi pemerintahan pasca UU No. 30 Tahun 2014. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(2), 200–225. https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v2i1.137

Indroharto. (1993). Usaha memahami undang-undang tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Pustaka Sinar Harapan.

Kelsen, H. (1978). Pure theory of law (M. Knight, Trans.). University of California Press.

Kusuma, R. T. (2022). Kedudukan hukum naskah akademik dalam pembentukan peraturan daerah: Perspektif UU No. 12 Tahun 2011 jo. UU No. 13 Tahun 2022. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(3), 320–340.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2005). Putusan Nomor 006/PUU-III/2005 tentang pengujian Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi.

Marzuki, P. M. (2010). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana Prenada Media Group.

Mulyadi, L. (2020). Hak uji material Mahkamah Agung terhadap peraturan di bawah undang-undang: Analisis yuridis dan prospek pengembangan. Jurnal Hukum Pembangunan, 50(1).

Seidman, A., Seidman, R. B., & Abeyesekere, N. (2001). Legislative drafting for democratic social change: A manual for drafters. Kluwer Law International.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Aslan Noor, Johan Amanda Maliku, Alifia Cahyanda Septiani, Rafalina Oktatia, & Fadhil Putra Nurizal. (2026). Kendala Prosedural Pembentukan Peraturan Daerah dan Implikasinya terhadap Mekanisme Pengujian Yuridis: Studi Empiris pada Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Barat. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 4(1), 373–382. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i1.2599

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.