Tinjauan Hukum Pidana Islam terhadap Tindak Pidana Pencabulan Sesama Jenis Dihubungkan dengan Pasal 414 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023

Authors

  • Eka Muzaitun UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Didi Sumardi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Enceng Arif Faizal UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i3.2779

Keywords:

Article 414, Criminal Law Reform, Islamic Criminal Law, Liwath, Same-Sex Molestation

Abstract

The rise of homosexual molestation crimes in Indonesia raises deep concerns, both from the perspective of positive law and Islamic criminal law, considering that these acts are contrary to moral values, religion, and social norms that exist in society. This study aims to analyze the perspective of Islamic criminal law on homosexual molestation crimes and examine its relevance to the provisions of Article 414 Paragraph (1) of Law Number 1 of 2023 concerning the new Criminal Code (KUHP). This study uses a normative juridical method with a statute approach, a comparative approach, and a conceptual approach. through a literature study of primary and secondary legal sources. The results of the study indicate that Islamic criminal law categorizes homosexual molestation as an act of liwath which is threatened with strict sanctions in the form of had or ta'zir, while Article 414 Paragraph (1) of the new KUHP provides a maximum prison sentence of nine years. The novelty of this study lies in the comparative analysis that brings together the construction of Islamic law and Indonesian positive law in an integrative study framework. This research contributes to enriching the body of criminal law knowledge in Indonesia and provides conceptual recommendations for the development of legal policies that are more responsive to the values ​​of justice and the welfare of the community.

References

Al-Ghifari, Abu. Fiqih Remaja Kontemporer. Bandung: Media Qalbu, 2005.

Al-Qarafi. Al-Dzakhirah, Jilid XII. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, 1994.

Asy-Syafi’i, Imam. Al-Umm, Jilid VI. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1990.

Az-Zuhaili, Wahbah. Fiqih Islam wa Adillatuhu, Jilid 6, diterjemahkan oleh Abdul Hayyie al-Kattani dkk. Jakarta: Gema Insani, 2011.

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: LPMQ, 2019.

Djazuli, A. Kaidah-Kaidah Fikih: Kaidah-Kaidah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah yang Praktis. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2017.

Efendi, Jonaedi, dan Prasetijo Rijadi. Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris, Edisi 2, Cetakan VI. Jakarta: Kencana, 2023.

Hasan, M. Ali. Masail Fiqhiyah Al-Haditsah: Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam, Cetakan IV. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2000.

Irfan, M. Nurul, dan Masyrofah. Fiqh Jinayah. Jakarta: Amzah, 2013.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama RI, 2019.

Mubarok, Jaih, dan Enceng Arif Faizal. Kaidah Fiqh Jinayah (Asas-Asas Hukum Pidana Islam). Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004.

Muslich, Ahmad Wardi. Hukum Pidana Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2005.

Qudamah, Ibn. Al-Mughni.

Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah, Jilid III.

Shidiq, H. Sapiudin. Fikih Kontemporer, Edisi I. Jakarta: Kencana, 2016.

Soesilo, R. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Bogor: Politeia, 1996.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Efendi, Sumardi. “Criminal Sanctions of Liwath and Musahaqah Controllers in Positive Law and Jinayah Fiqh.” LENTERA: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies 2, No. 1 (Januari–Juni 2020).

Frengky, Ilyas Mahardika, dan Khoirul Akbar Shodiq. “Analisis Perbedaan Pidana Khusus dengan Pidana Biasa di Pengadilan Negeri Kelas 1B Kraksaan.” Jurnal Ilmiah dan Penelitian Multidisiplin Ilmu 4, No. 4 (2026): 37.

Safitri, Andin Dwi, dan Khalimatuz Zuhriyah. “Pengertian Tindak Pidana dan Unsur-Unsur Tindak Pidana.” Jurnal Judiciary 14, No. 1 (2025).

Siahaan, Julia Rahmayanti. “Sistem Pembuktian Tindak Pidana Perzinaan dalam Perspektif Hukum Pidana Positif dan Hukum Pidana Islam.” Al-Qanun: Jurnal Kajian Sosial dan Hukum Islam 1, No. 1 (Maret 2020): 53.

Kadir, F. A., Tjoanda, M., Nolda, T., & Narwadan, A. (2023). Perlindungan hukum terhadap indikasi geografis milik Indonesia yang telah terdaftar sebagai merek oleh pengusaha asing. Pattimura Law Study Review, 1, 201–214.

Hadits Tazkia. Sunan Ibnu Majah, Bab, No. 2551.

Maulana, Hadi, dan David Oliver Purba. “Cabuli 3 Anak Kandung, ASN Pemkot Batam Ditangkap Polisi.” Kompas.com, 21 Maret 2023. Diakses 20 Juni 2026.

Downloads

Published

2026-09-01

How to Cite

Eka Muzaitun, Didi Sumardi, & Enceng Arif Faizal. (2026). Tinjauan Hukum Pidana Islam terhadap Tindak Pidana Pencabulan Sesama Jenis Dihubungkan dengan Pasal 414 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(3), 404–424. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i3.2779

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.