Peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam Implementasi Restitusi terhadap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang

Studi Putusan Pengadilan Negeri Bajawa Nomor 45/PID.SUS/2023 di Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Astiana Diana Delima Universitas Nusa Cendana
  • Aksi Sinurat Universitas Nusa Cendana
  • Orpa Ganefo Manuain Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v4i3.2544

Keywords:

Human Trafficking, LPSK, Restitution, Restorative Justice, Victim Protection

Abstract

Human trafficking is a crime that causes physical, psychological, social, and economic harm to victims, thereby requiring effective legal protection. This study aims to analyze the role of the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) in the implementation of restitution for victims of human trafficking in Decision Number 45/Pid.Sus/2023 of the Bajawa District Court and to examine the obstacles encountered in its implementation. This research employs an empirical juridical method with a socio-legal approach. Data were obtained through interviews and library research, then analyzed descriptively and qualitatively. The results indicate that LPSK has carried out its role through legal assistance, physical and psychological protection, psychosocial rehabilitation, and the submission of restitution claims for victims. However, the implementation of restitution has not been fully effective due to several obstacles, including weak coordination among law enforcement agencies, limited restitution execution mechanisms, limited institutional resources, and low victim awareness regarding restitution rights. Therefore, stronger coordination, supervision, and restitution enforcement mechanisms are needed to ensure effective victim protection and victim-oriented recovery in cases of human trafficking.

References

Agatha Melinda Soebesky Uras, O. G. Manuain, & R. A. Fanggi. (2024). Peran kejaksaan dalam penentuan hak restitusi tindak pidana perdagangan orang (Studi Kasus Nomor 27/Pid.Sus/2019/PN.Kpg). https://doi.org/10.62383/terang.v1i4.606

Agustian, R. A. (2025). Perlindungan hukum korban tindak pidana telekomunikasi. Get Press Indonesia.

Ahmad Sihombing. (2023). Hukum perlindungan konsumen. Pustaka Raja.

Ali, M. (2018). Kompensasi dan restitusi yang berorientasi pada korban tindak pidana. Yuridika, 33(2). https://doi.org/10.20473/ydk.v33i2.7414

Amira Paripurna, Astutik, P., Cahyani, & R. A. Kurniawan. (2022). Viktimologi dan sistem peradilan pidana. Deepublish.

Angkasa, Yusuf Gunawan, & R. S. Putranto. (2026). Dasar-dasar dan isu kontemporer perlindungan hukum korban. Deepublish.

Aulia Rahma Hakim Hasibuan. (2025). Buku ajar hukum perlindungan saksi dan korban. PT Serasi Media Teknologi.

Bisdan Sigalingging, & J. Sinaga. (2024). Perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana korupsi melalui pendekatan non penal. CV Sahabat Ilmu.

Dahlia Sasmita, H. Iskandar, & Hidayat. (2024). Pemenuhan hak restitusi terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. https://doi.org/10.29103/jimfh.v7i3.16987

Damayanti, I. (2024). Peran restitusi dalam tindak pidana perdagangan orang.

Gosita, A. (2009). Masalah perlindungan anak. Akademika Pressindo.

Hafrida, & Usman. (2024). Keadilan restoratif (Restorative justice theory) dalam sistem peradilan pidana. Deepublish.

Hasibuan, A. R. H. (2025). Buku ajar hukum perlindungan saksi dan korban. PT Serasi Media Teknologi.

Hidayati, H. J., & K. M. S. Herman. (2023). Perlindungan hukum korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga. Refika Aditama.

Koto, I., & Faisal. (2022). Hukum perlindungan saksi dan korban.

Mahrus Ali. (2018). Kompensasi dan restitusi yang berorientasi pada korban tindak pidana. Yuridika, 33(2). https://doi.org/10.20473/ydk.v33i2.7414

Nanda, D. R., & H. Fardiansyah. (2021). Metode penelitian hukum normatif dan empiris. Kencana.

Nurhidayati, N. (2022). Imigrasi dan perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Deepublish.

Pangestu, W. A., H. Abdurrachman, & K. Rizkianto. (2024). Perlindungan terhadap korban tindak pidana hate speech dalam sistem hukum Indonesia. Rajawali Pers.

Paramudhita, R. R. (2024). Peran restitusi dalam tindak pidana perdagangan orang.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan dan Pemberian Restitusi dan Kompensasi kepada Korban Tindak Pidana. (2022).

Rizkia, N. D., & H. Fardiansyah. (2024). Metode penelitian hukum (Normatif dan empiris). Kencana.

Siswanto Sunarso. (2022). Viktimologi dalam sistem peradilan pidana. Sinar Grafika.

Tehupeiory, A., & M. Meimunah. (2024). Hak korban tindak pidana pencemaran lingkungan atas restitusi. UB Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. (2006). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4635.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (2007). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4720.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. (2014). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014.

Uras, A. M. S., O. G. Manuain, & R. A. Fanggi. (2024). Peran kejaksaan dalam penentuan hak restitusi tindak pidana perdagangan orang (Studi Kasus Nomor 27/Pid.Sus/2019/PN.Kpg).

Wahyudi, J. (2017). Hukum perlindungan korban kejahatan. Sinar Grafika.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Astiana Diana Delima, Aksi Sinurat, & Orpa Ganefo Manuain. (2026). Peranan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban dalam Implementasi Restitusi terhadap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang: Studi Putusan Pengadilan Negeri Bajawa Nomor 45/PID.SUS/2023 di Nusa Tenggara Timur. Student Research Journal, 4(3), 263–274. https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v4i3.2544

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.