Penguatan Pembentukan Hukum Demokratis: Analisis Kelayakan Penerapan Mekanisme Public Inquiry di Indonesia

Authors

  • Mohamad Rivaldi Moha Universitas Negeri Gorontalo
  • Ramadhan Usman Universitas Negeri Gorontalo
  • Usman Rasyid Universitas Mulawarman
  • Dicky Andika Rauf Universitas Negeri Gorontalo
  • Muhammad Iqbal Mustapa Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i1.2503

Keywords:

Deliberative Democracy, Evidence-Based, Legislative Process, Public Inquiry, Public Participation

Abstract

This study examines the structural weaknesses of public participation in Indonesia’s legislative process and evaluates the feasibility of adopting a public inquiry mechanism to strengthen Evidence-Based lawmaking. Although the 1945 Constitution and Law Number 13 of 2022 formally guarantee public involvement, existing parliamentary hearings and public consultations remain largely procedural and fail to meet deliberative democratic standards. This condition raises urgent concerns regarding legislative legitimacy, transparency, and the substantive use of public input. The research employs a normative-comparative approach combined with juridical-empirical analysis. It analyzes Indonesia’s participatory legal framework and compares it with public inquiry models in the United Kingdom, Australia, and New Zealand, focusing on institutional independence, transparency, and investigative authority. Empirical assessment of legislative practices reveals a persistent gap between normative guarantees and practical implementation, resulting in symbolic participation with limited policy impact. Comparative findings demonstrate that public inquiry mechanisms can enhance deliberative quality and accountability through systematic evaluation of evidence. The study concludes that a hybrid public inquiry model integrating parliamentary procedures with independent expert panels is legally and institutionally feasible, provided that regulatory reform, institutional capacity building, and political safeguards are effectively implemented.

References

Chester, K. (2020). Kebijakan publik: Garis pertahanan pertama. Analisis Ekonomi dan Kebijakan , 65 , 256–261. https://doi.org/10.1016/j.eap.2020.02.003

Defty, A. (2020). Dari komite anggota parlemen ke komite parlemen: Membandingkan reformasi pengawasan intelijen di Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris. Intelijen dan Keamanan Nasional , 35 (3), 367–384. https://doi.org/10.1080/02684527.2020.1732646

Flinders, M. (2025). Politik Baru Penyelidikan Publik. The Political Quarterly , 96 (2), 364–373. https://doi.org/10.1111/1467-923X.13485

Geddes, M. (2021). Jaringan kepercayaan seputar 'bukti' di lembaga legislatif: Kasus komite pilihan di Dewan Perwakilan Rakyat Inggris . Administrasi Publik , 99 (1), 40–54. https://doi.org/10.1111/padm.12687

Kusworo, DL (2025). Redesain Konsep Konsultasi Pembentukan PKPU Dalam Menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi & Demokrasi , 5 (1). https://doi.org/10.7454/JKD.v5i1.1503

Lamada, VTM, & Gumilang, TR (2025). Fungsi Penelitian Hukum dalam Perumusan Perundang-undangan | Jurnal Hukum Prasada . Diakses dari https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/prasada/article/view/1373

Martitah, M., Hidayat, A., Anitasari, RF, Rahman, MAM, & Aini, TR (2023). Transformasi Sistem Legislatif di Indonesia Berdasarkan Prinsip-Prinsip Legislasi yang Baik. Jurnal Studi Hukum Indonesia , 8 (2). https://doi.org/10.15294/jils.v8i2.69262

McLeay, E., Geigringer, C., & Higbee, P. (2012). Legislasi 'mendesak' di Dewan Perwakilan Rakyat Selandia Baru dan pengabaian pengawasan komite seleksi. Policy Quarterly , 8 (2). https://doi.org/10.26686/pq.v8i2.4414

Mintrom, M., O'Neill, D., & O'Connor, R. (2021). Komisi kerajaan dan pengaruh kebijakan. Jurnal Administrasi Publik Australia , 80 (1), 80–96. https://doi.org/10.1111/1467-8500.12441

Mochtar, ZA, Arizona, Y., Rahman, F., Mubdi, U., Ruhpinesthi, GE, & Wafi, MA (2024). Dari Partisipasi yang Bermakna Menjadi Partisipasi yang Tidak Bermakna: Tragedi Undang-Undang Omnibus tentang Penciptaan Lapangan Kerja di Indonesia. Jurnal Media Hukum , 31 (2), 351–370. https://doi.org/10.18196/jmh.v31i2.23557

Moore, S., Manning, P., Tchilingirian, J., & Woodthorpe, K. (2025). Transparansi dalam tindakan atau fiksi politik? Fase pra-penyelidikan Penyelidikan COVID-19 Inggris. Politik Inggris , 20 (4), 453–477. https://doi.org/10.1057/s41293-024-00272-3

Omri, A., & Ben Mabrouk, N. (2020). Tata kelola yang baik untuk tujuan pembangunan berkelanjutan: Unggul di depan atau tertinggal? Environmental Impact Assessment Review , 83 , 106388. https://doi.org/10.1016/j.eiar.2020.106388

Perdana, A., Enggal, CB, Mahdum, R., & Listiawati, E. (2023). Reformulasi Partisipasi Masyarakat dalam Perundang-undangan Jalur Cepat dalam Program Legislatif Nasional Kumulatif Terbuka: Reformulasi Partisipasi Publik dalam Pembentukan Undang-Undang secara Cepat pada Prolegnas Kumulatif Terbuka. Jurnal Konstitusi , 20 (4), 678–703. https://doi.org/10.31078/jk2047

Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib (Tata Tertib DPR yang berlaku, biasanya Keputusan DPR Nomor 1/DPR RI/I/2019–2020).

Peraturan terkait Prolegnas (Keputusan DPR tentang Program Legislasi Nasional).

Peraturan DPRD atau Permendagri terkait Prolegda (misalnya Permendagri No. 80 Tahun 2015 jo. Permendagri No. 120 Tahun 2018 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah)

Public Inquiry Act 2005

Rodiyah, R., Idris, SH, & Smith, RB (2023). Memasukkan Keadilan ke Dalam Proses Pembentukan Hukum dan Peraturan: Studi Kasus di Indonesia, Malaysia, dan Australia. Jurnal Studi Hukum Indonesia , 8 (1), 333–378. https://doi.org/10.15294/jils.v7i2.60096

Royal Commissions Act 1902

Shoemaker, E. (2024). Legitimasi Demokratis dari Jalan Pintas Mikro-Deliberatif: Pembelaan terhadap Pemilihan Legislator Secara Acak. Jurnal Filsafat Sosial , josp.12598. https://doi.org/10.1111/josp.12598

Stark, A., & Yates, S. (2021). Penyelidikan publik sebagai alat kebijakan prosedural. Kebijakan dan Masyarakat , 40 (3), 345–361. https://doi.org/10.1080/14494035.2021.1955485

Thomas, OD, Tudor, M., & Pennell, C. (2024). Penyelidikan publik tentang konflik dan keamanan: Skandal, arsip, dan politik epistemologi. Jurnal Politik dan Hubungan Internasional Inggris , 26 (4), 1080–1099. https://doi.org/10.1177/13691481231221473

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 (kalau Anda mengutip kembali isi asli sebelum perubahan).

Wardana, DJ, Sukardi, S., & Salman, R. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pembuatan Undang-Undang di Indonesia. Jurnal Media Hukum , 30 (1), 66–77. https://doi.org/10.18196/jmh.v30i1.14813

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Mohamad Rivaldi Moha, Ramadhan Usman, Usman Rasyid, Dicky Andika Rauf, & Muhammad Iqbal Mustapa. (2026). Penguatan Pembentukan Hukum Demokratis: Analisis Kelayakan Penerapan Mekanisme Public Inquiry di Indonesia. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 4(1), 228–245. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i1.2503

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.