Tanggung Jawab Hukum Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Pendaftaran Peralihan Hak atas Tanah yang Menimbulkan Sengketa

Authors

  • Putri Evi Darina Universitas Jayabaya Jakarta
  • Jelly Nasseri Universitas Jayabaya Jakarta
  • Refki Ridwan Universitas Jayabaya Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i1.2397

Keywords:

Land Deed Official (PPAT), Land Disputes, Legal Responsibility, Registration of Transfer of Rights, Sale and Purchase of Land Rights

Abstract

The transfer of land rights through sale and purchase must be evidenced by a deed drawn up by a Land Deed Official (PPAT) as the basis for registration. However, in practice, land disputes may still arise even when the transfer has been formalized in a PPAT deed. This study aims to analyze the legal consequences of land rights transfer registration that leads to disputes, as well as the legal liability of PPAT for errors or negligence. This research employs a normative juridical method using primary, secondary, and tertiary legal materials. The approaches applied include statutory and conceptual approaches, with legal analysis conducted through grammatical, and systematic. The results indicate that errors or negligence in the preparation of deeds or registration process may result in the annulment of the sale and purchase deed, cancellation of the transfer registration, or the deed being declared legally invalid by the court. In such cases, PPAT may bear administrative, civil, and ethical liability in accordance with applicable laws and professional codes of conduct.

References

Asshiddiqie, J., & Safa’at, A. (2006). Teori Hans Kelsen tentang hukum. Sekretariat Jenderal Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Fuady, M. (2023). Teori-teori dalam hukum agraria. Raja Grafindo Persada.

Kelsen, H. (2007). Teori umum hukum dan negara. BEE Media Indonesia.

Miru, A. (2007). Hukum kontrak dan perancangan kontrak. Raja Grafindo Persada.

Saleh, K. W. (1977). Kehakiman dan peradilan. Ghalia Indonesia.

Salim HS. (2019). Peraturan jabatan dan kode etik pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Raja Grafindo Persada.

Sibuea, H. Y. P. (2011). Arti penting pendaftaran tanah untuk pertama kali. Jurnal Negara Hukum, 2(2).

Soeroso, R. (2011). Pengantar ilmu hukum. Sinar Grafika.

Suharjono. (2010). Sekilas tentang AJB dalam hukum pertanahan. Rineka Cipta.

Sulaiman, Z. (2019). Pemecahan Masalah Hukum Tanah di Indonesia. Sinar Grafika.

Sutedi, A. (2009). Peralihan hak atas tanah dan pendaftarannya. Sinar Grafika.

Suwanda, I. W. (2010). Hukum pertanahan Indonesia. Rineka Cipta.

Tohir, M. (2013). Hukum Agraria dan Pendaftaran Tanah. PT. Refika Aditama.

Wibowo, T. (2016). Sistem Hukum Tanah di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor.

Yusna, S. (2011). Pendaftaran Tanah di Indonesia: Praktik dan Peraturan. RajaGrafindo Persada.

Zainal, T. (2014). Penyelesaian Sengketa Tanah Berdasarkan Hukum. Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Darina, P. E., Nasseri, J., & Ridwan, R. (2026). Tanggung Jawab Hukum Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Pendaftaran Peralihan Hak atas Tanah yang Menimbulkan Sengketa. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 4(1), 48–57. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i1.2397

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.