Implikasi Keterlibatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Menghitung Pajak Penjual dan Pajak Pembeli dalam Transaksi Jual Beli Tanah
DOI:
https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i2.2377Keywords:
BPHTB, Final Income Tax, Land Transaction, PPAT, TaxationAbstract
This study aims to analyze the implications of the involvement of Land Deed Officials (PPAT) in assisting the calculation of seller and buyer taxes in land sale and purchase transactions. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. The results indicate that PPAT is not authorized to determine the amount of tax but functions as a public official responsible for ensuring the fulfillment of administrative requirements, including tax obligations prior to the signing of the deed. In practice, PPAT’s involvement in estimating Final Income Tax and Duty on the Acquisition of Land and Building Rights helps parties plan transaction costs and improve efficiency. However, validation mechanisms by tax authorities may result in differences between estimated and actual tax amounts, potentially causing legal uncertainty and misunderstandings. Therefore, it is necessary to clarify the limits of PPAT’s role and apply prudential principles by providing disclaimers that calculations are only preliminary estimates. This is essential to maintain professional integrity and protect the interests of parties involved.
References
Erlinda, D., Wisnaeni, F., & Sukma, N. M. (2020). Pelaksanaan Verifikasi Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kabupaten Bogor. Notarius, 13(2), 946–960.
Junaidi, & Mashdurohatun, A. (2017). Akibat Hukum Verifikasi dan Validasi BPHTB Oleh Dinas Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Terhadap Akta PPAT di {Kabupaten} {Tegal}. Jurnal Akta, 4(1), 17–20.
Kumangki, M. T. (2020). Problematika Validasi Pajak oleh Kantor Pajak Pratama terhadap Akta PPAT. Lex Renaissance, 5(1), 220–234.
Maghribi, A., & Ispriyarso, B. (2022). Peran PPAT terhadap Aspek Perpajakan dalam Transaksi Jual Beli Tanah dan Bangunan. Notarius, 15(1), 106–117.
Manjari, A. R. (2023). Implementasi Validasi Pajak Penghasilan atas Jual Beli Tanah dan Bangunan. Officium Notarium, 2(1), 159–168.
Mustika, N., Sugiharti, D. K., & Trisnamansyah, P. (2020). Pengenaan Pajak Penghasilan atas Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan yang Diikat dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Dihubungkan dengan Ease of Doing Business (Eodb) dalam Perspektif Kepastian Hukum. Jurnal Poros Hukum Padjajaran, 1(2), 172–190. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.23920/Jphp .V1i2.231
Pemerintah Republik Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah.
Pemerintah Republik Indonesia. (1998). Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 Tentang Peraturan Jabatan PPAT.
Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan.
Pemerintah Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 Tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Prawira, I. G. B. Y. (2016). Tanggung Jawab PPAT Terhadap Akta Jual Beli Tanah. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 4(1), 65–78.
Prihandini, A. D., & Cahyarini, L. L. (2023). Peran Tanggung Jawab PPAT dalam Perhitungan Pajak BPHTB demi Mewujudkan Kepastian Hukum. Notarius, 16(3), 1294–1308. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.14710/Nts.V16i3.41297.
Ravianto, R. (2017). Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan Pendekatan Self Assessment System. Jurnal Akta, 4(4).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



