Analisis Keterkaitan Perubahan Pola Ruang RTRW Terhadap Izin Usaha Pertambangan di Kecamatan Banawa

Authors

  • Abdul Zidan Hiola Universitas Tadulako
  • Muhtar Lutfi Universitas Tadulako
  • Wildani Pingkan S. Hamzens Universitas Tadulako
  • Rifai Universitas Tadulako
  • Rita Yunus Universitas Tadulako

Keywords:

Mining Business License, Overlay Analysis, Regional Spatial Plan, Slope Analysis, Spatial Pattern

Abstract

Changes in Regional Spatial Planning (RTRW) policies play an important role in determining the direction of spatial utilization and investment certainty, including in the mining sector. Donggala Regency revised its Regional Spatial Plan through the amendment of Regional Regulation Number 1 of 2012 concerning the Regional Spatial Plan for 2011–2031 into Regional Regulation Number 2 of 2022 concerning the Regional Spatial Plan for 2022–2042. This revision resulted in adjustments to the spatial structure and land-use patterns that potentially influence the development of Mining Business Licenses (IUPs) in Banawa District, one of the regency’s rapidly developing mining areas. This study aims to analyze changes in the RTRW spatial pattern, identify the development of IUPs, and examine the relationship between RTRW spatial pattern changes and IUP development in Banawa District. The research employed a descriptive quantitative approach using spatial overlay analysis and slope analysis methods. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The results indicate that the area designated to accommodate mining activities increased from 228.711 ha to 770.114 ha, representing an addition of 541.403 ha (237%). Correspondingly, the number of IUPs increased from 7 to 17 licenses (142%), while the total IUP area expanded from 168.70 ha to 462.28 ha (174%). The slope analysis revealed a positive relationship between changes in the RTRW spatial pattern and the development of IUPs, indicating that the expansion of mining-designated areas within the RTRW contributed to the increase in both the number and extent of IUPs. However, this increase has not been fully accompanied by improved spatial conformity in land-use utilization.

References

Darmawati, D., Saleh, C., & Hanafi, I. (2015). Implementasi kebijakan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(2), 378–381.

Dione, F. (2018). Kesesuaian penataan ruang dan potensi investasi di Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Gujarati, D. N. (2006). Dasar-dasar ekonometrika (Jilid 1, J. A. Mulyadi, Trans.). Erlangga.

Hakim, L., Rochima, E., & Wyantuti, S. (2021). Implementasi kebijakan dan realisasi rencana tata ruang Kecamatan Garut Kota di Kabupaten Garut: Studi analisis kebijakan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(2), 163–175. https://doi.org/10.22212/jekp.v12i1.1938

Hartana. (2017). Hukum pertambangan (kepastian hukum terhadap investasi sektor pertambangan batubara di daerah). Jurnal Komunikasi Hukum, 3(1), 50–81.

Hasnati, Y., & Febrina, R. (2017). Dampak kebijakan rencana tata ruang wilayah terhadap iklim investasi bidang usaha perkebunan di Provinsi Riau. Jurnal Hukum Respublica, 16(2), 283–297.

Hudriyah Mundzir, H., Hudiarini, S., & Muslim, S. (2016). Politik hukum pengelolaan pertambangan mineral dan batubara dengan pendekatan economic analysis of law. Dalam Prosiding SENTIA 2016 (Vol. 8, pp. H-16–H-19). Politeknik Negeri Malang.

Iriawan, H. (2020). Teori kebijakan publik. Litrus.

Kurniadi Nur, J., & Atmojo, K. (2022). Perlindungan hukum investor terhadap wilayah izin usaha pertambangan pada PT. Suria Lintas Gemilang. Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 11(3), 131–142.

Pemerintah Kabupaten Donggala. (2012). Peraturan daerah Kabupaten Donggala Nomor 1 Tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Donggala Tahun 2011–2031. Pemerintah Kabupaten Donggala.

Pemerintah Kabupaten Donggala. (2022). Peraturan daerah Kabupaten Donggala Nomor 2 Tahun 2022 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Donggala Tahun 2022–2042. Pemerintah Kabupaten Donggala.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan penataan ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 31.

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6841.

Pemerintah Republik Indonesia. (2025). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025.

Pratama, F. W. N., Annisadina, T., & Fernanda, B. (2025). Peninjauan perencanaan spasial dan tata kelola pemerintahan dalam pengembangan kota tambang: Studi kasus Kabupaten Musi Banyuasin. Tunas Agraria, 8(1), 54–75.

Rahyani, A., Hasanah, B. T. H., Simbolon, I., & Sarnphokha, T. (2025). Ketidakpastian hukum penanaman modal di bidang usaha pertambangan di Indonesia. Limbago: Journal of Constitutional Law, 5(3), 44–58.

Simamora, J., & Sarjono, A. G. A. (2022). Urgensi regulasi penataan ruang dalam rangka perwujudan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Nommensen Journal of Legal Opinion, 3(1), 59–73.

Downloads

Published

2026-08-12