Pemidanaan terhadap Pelaku Pembubaran Kegiatan Beribadah dengan Kekerasan atau Ancaman di Indonesia

Authors

  • Kongsi Tegar S. Makatonan Universitas Mulawarman
  • La Syarifuddin Universitas Mulawarman
  • Reza Pramasta Gegana Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i4.2890

Keywords:

Criminal Law, Criminal Liability, Freedom of Religion, Human Rights, Worship Dissolution

Abstract

Freedom of religion and worship is a constitutional right guaranteed by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and constitutes a human right that the state is obligated to protect. Criminal law provisions capable of effectively protecting against any form of disruption, obstruction, or forced dissolution of worship activities are essential. This study examines the criminal provisions regarding the dissolution of worship activities under Article 303 paragraph (3) of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code, specifically regarding the protection of the right to worship. The research focuses on protecting individuals who are currently performing or about to perform acts of worship, as well as the criminal liability of perpetrators who obstruct or dissolve worship through violence or threats of violence. The study employs a normative legal method utilizing statutory and conceptual approaches, based on primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through literature review. The findings indicate that Article 303 paragraph (3) represents an improvement over Articles 175 and 176 of the previous Criminal Code, as it explicitly prohibits the disruption, obstruction, or dissolution of worship through violence or threats of violence. However, the phrase "persons currently performing worship" limits protection to acts of worship that have already commenced, thereby excluding individuals who are about to engage in worship. Criminal liability applies when the elements of the offense are met—extending to direct perpetrators, those who order the act, co-perpetrators, instigators, and accomplices—with direct perpetration and co-perpetration being the most frequently occurring forms.

References

Ajizah, S. N. (2022). Praktik kebebasan beragama dan berkeyakinan ditinjau dari konsep hak asasi manusia (Studi kasus pembubaran kelompok Ahmadiyah di Desa Kantan Atas Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau) (Skripsi, Universitas Islam Negeri Antasari).

Ahmad, R. (2016). Hak beragama atau berkeyakinan. In Buku sumber hak atas kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia. Wahid Foundation.

Amrani, H., & Ali, M. (2015). Sistem pertanggungjawaban pidana: Perkembangan dan penerapan. Rajawali Pers.

Astawa, K. B. (2024). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku pembubaran ibadah. Jurnal Kertha Wicara.

Chazawi, A. (2002). Pelajaran hukum pidana bagian I: Stelsel pidana, teori-teori pemidanaan, dan batas berlakunya hukum pidana. PT RajaGrafindo Persada.

Fanggi, P. A. L., & Anugerahayu, A. A. (2025). Analisis hukum norma pembatasan hak beribadah kelompok minoritas agama di Indonesia. Jurnal Kompilasi Hukum. https://doi.org/10.29303/jkh.v10i2.312

Fatmawati. (2011). Perlindungan hak atas kebebasan beragama dan beribadah dalam negara hukum Indonesia. Jurnal Konstitusi.

Hakim, L. (2020). Asas-asas hukum pidana: Buku ajar bagi mahasiswa. Deepublish.

Hamzah, A. (1994). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Ibrahim, J. (2005). Teori dan metode penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.

Ilyas, A. (2012). Asas-asas hukum pidana: Memahami tindak pidana dan pertanggungjawaban pidana sebagai syarat pemidanaan. Rangkang Education.

Isnur, M. (2016). Pembatasan dalam hak kebebasan beragama atau berkeyakinan. In Buku sumber hak atas kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia. Wahid Foundation.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (n.d.).

Kanter, E. Y., & Sianturi, S. R. (2002). Asas-asas hukum pidana di Indonesia dan penerapannya. Storia Grafika.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2020). Kajian Komnas HAM RI atas PBM Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 terkait pendirian rumah ibadah. Komnas HAM RI.

Liputan6. (2026). SETARA Institute rilis laporan kebebasan beragama 2025, catat 221 pelanggaran.

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum. Prenada Media Group.

Mertokusumo, S. (2007). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Liberty.

Moeljatno. (2002). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Razak, A., Rakia, A. S. R., & Darmawansya, A. (2022). Konstitusionalitas perlindungan hukum terhadap kebebasan beragama dan beribadah di Indonesia. JUSTISI. https://doi.org/10.33506/jurnaljustisi.v8i3.1925

Rendanianti, A. (2024). Pelanggaran kebebasan beragama didominasi masalah perizinan.

Ridwan, H. R. (2018). Hukum administrasi negara. Rajawali Pers.

Saleh, R. (1983). Perbuatan pidana dan pertanggungjawaban pidana. Aksara Baru.

Santoso, E. H. (2024). Moderasi beragama dan hak asasi manusia. IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Asasi Manusia.

Santoso, T. (2020). Hukum pidana: Suatu pengantar. Rajawali Pers.

Siringoringo, M. P. (2022). Pengaturan dan penerapan jaminan kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia. Jurnal Magister Hukum.

Situmorang, V. H. (2019). Kebebasan beragama sebagai bagian dari hak asasi manusia. Jurnal HAM. https://doi.org/10.30641/ham.2019.10.57-67

Sudaryono, & Surbakti, N. (2017). Dasar-dasar hukum pidana berdasarkan KUHP dan RUU KUHP. Muhammadiyah University Press.

Sukarya, N. Y., Dewi, E., & Tamza, F. B. (2025). Pertanggungjawaban pidana dalam kasus pembubaran ibadah di GKKD Bandar Lampung. Jurnal Mitra Pengembangan Hukum.

Susilo, B. D. S. (2024). Kebebasan beragama dalam konstitusi dan perspektif hak asasi manusia. Jurnal Hukum Agama Hindu.

Tambun, D. P., & Siahaan, P. G. (2024). Perilaku masyarakat terhadap Pasal 29 UUD 1945 atas perbuatan pembubaran ibadah secara paksa berdasarkan perspektif hukum pidana. UNES Law Review.

Wahyuni, F. (2017). Dasar-dasar hukum pidana di Indonesia. PT Nusantara Persada Utama.

Wati, E. R., & Fatah, A. (2020). Buku ajar hukum pidana. UMSIDA Press. https://doi.org/10.21070/2020/978-623-6833-81-0

Yulyanti, D. (2025). Kebijakan hukum pidana terhadap kebebasan beragama pada pasal tindak pidana agama dalam KUHP nasional (Skripsi, Universitas Lampung).

Downloads

Published

2026-11-01

How to Cite

Kongsi Tegar S. Makatonan, La Syarifuddin, & Reza Pramasta Gegana. (2026). Pemidanaan terhadap Pelaku Pembubaran Kegiatan Beribadah dengan Kekerasan atau Ancaman di Indonesia. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 4(4), 355–369. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i4.2890

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.