Penggantian Kewajiban Ekologis Sebagai Kompensasi Finansial dalam Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan untuk Pertambangan Berdasarkan Prinsip Restitutio in Integrum

Authors

  • Gina Agustina Program Studi Hukum, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Haris Retno Susmiyati Program Studi Hukum, Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Reza Pramesta Gegana Program Studi Hukum, Universitas Mulawarman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i3.2660

Keywords:

Ecological Compensation, Forest Damage, Non-Tax State Revenue (PNBP), Restitutio in Integrum, Forest Area Utilization Approval (IPPKH)

Abstract

The use of forest areas for mining activities was initially carried out through the Forest Area Borrow-to-Use Permit (IPPKH) mechanism, which required companies to undertake environmental restoration through forest area exchanges. However, following the enactment of Law Number 6 of 2023 and Government Regulation Number 23 of 2021, this mechanism changed to the Forest Area Use Agreement (PPKH) with compensation in the form of Non-Tax State Revenue (PNBP) payments. This change indicates a shift from ecological compensation to financial compensation. This study aims to analyze changes in compensation regulations for forest area use for mining based on the principle of Restitutio in Integrum and their implications for business actors' responsibilities. The research method used is normative legal research with a statutory and conceptual approach, and interviews as supporting data. The results show that the IPPKH mechanism still reflects real restoration efforts through the obligation to exchange forest areas. Conversely, under the PPKH mechanism, this obligation is replaced by the payment of PNBP, shifting the company's responsibility from an obligation to restore to an obligation to pay. This shift means that the principle of Restitutio in Integrum is no longer optimally fulfilled because financial payments cannot directly restore the ecological function of forest areas damaged by mining. This study concludes that the compensation mechanism in the PPKH emphasizes administrative aspects and state revenue over actual environmental restoration.

References

Akib, M. (2016). Hukum lingkungan: Perspektif global dan nasional. PT RajaGrafindo Persada.

Akib, M. (2022). Pertanggungjawaban hukum atas kerusakan lingkungan dalam kegiatan pertambangan di kawasan hutan. Jurnal RechtsVinding, 11(2).

Aristawati, S., & Rohmiatun, E. T. (2026). Pengaruh sustainability reporting terhadap nilai perusahaan pertambangan di Indonesia: Systematic literature review dengan pendekatan PRISMA 2020. Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Perpajakan, 3(1). https://doi.org/10.61132/jeap.v3i1.2053

Fidiyani, R. (2022). Izin pinjam pakai kawasan hutan sebagai instrumen pengendalian pemanfaatan kawasan hutan. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 8(2).

Fuady, M. (2002). Perbuatan melawan hukum: Pendekatan kontemporer. PT Citra Aditya Bakti.

Galema, R., et al. (2026). Perancangan kampus Politeknik Pertambangan di Gorontalo dengan konsep arsitektur berkelanjutan. Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan, 4(2). https://doi.org/10.61132/globe.v4i2.1385

Hadi, S. P. (2010). Hukum lingkungan dan etika pembangunan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Harahap, Y. (2021). Hukum perdata tentang ganti kerugian. Sinar Grafika.

Lesmana, & Afa. (2026). Pengaruh iklim kerja dan kompensasi finansial terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening (Studi kasus pada OPD Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Pemalang). Innovation, Theory & Practice Management Journal, 5(1). https://doi.org/10.56444/jitpm.v5i1.3433

Saidi, & Rohana. (2008). [Data referensi tidak tersedia dalam daftar pustaka yang diberikan].

Salim, E. (2004). Pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup. LP3ES.

Satrio, J. (2001). Hukum perikatan: Perikatan yang lahir dari perjanjian. Citra Aditya Bakti.

Silalahi, P. D. (2026). Pencabutan izin usaha oleh presiden sebagai instrumen penegakan hukum lingkungan: Analisis yuridis kebijakan penertiban kawasan hutan. Mahkamah: Jurnal Riset Ilmu Hukum, 3(2). https://doi.org/10.62383/mahkamah.v3i2.1571

Sitanggang, C. E. P., et al. (2024). Restitutio in integrum in criminal regulation of restitution for the victims of criminal acts. Journal of Law, Politic and Humanities, 5(1).

Subekti, R. (2008). Pokok-pokok hukum perdata. Intermasa.

Suci, R., & Zulfikri, A. (2026). Perbandingan efektivitas kompensasi finansial dan non-finansial terhadap turnover intention Generasi Z: Studi literatur. Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis, 6(2). https://doi.org/10.55606/cemerlang.v6i2.8899

Susmiyati, H. R. (2020). Hukum sumber daya alam: Menelisik utilitas tambang batu bara di kawasan hutan. Inteligensia Media.

Utami, et al. (2025). Data referensi tidak tersedia dalam daftar pustaka yang diberikan.

Downloads

Published

2026-08-03

How to Cite

Gina Agustina, Haris Retno Susmiyati, & Reza Pramesta Gegana. (2026). Penggantian Kewajiban Ekologis Sebagai Kompensasi Finansial dalam Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan untuk Pertambangan Berdasarkan Prinsip Restitutio in Integrum. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 4(3), 391–408. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i3.2660

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.