Kurangnya Pemahaman dan Pengamalan Nilai Nilai Pancasila di dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara

Authors

  • Nazwa Azahra Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Imam Budi Santoso Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i3.2555

Keywords:

Civic and State Life, Globalization, National Ideology, Pancasila, Pancasila Values

Abstract

Pancasila as the ideology of the Indonesian nation must be a guideline for the life of the nation and state, the values ​​contained in Pancasila must be understood, inspired, and practiced in everyday life. However, not all Indonesian people understand the values ​​contained in Pancasila, so there are many deviations that occur in the application of Pancasila values. In the era of globalization, the times, and the development of science and technology (IPTEK) there are many deviations from the values ​​of Pancasila. The purpose of this paper is to provide information that many Indonesian people do not understand the values ​​of Pancasila, even practice the values ​​contained in Pancasila, also invite readers to practice the values ​​of Pancasila, because Pancasila is the ideology of the Indonesian nation that must be used as a way of life. . Pancasila as an ideology, namely in addition to its position as the basis of the Unitary State of the Republic of Indonesia, it is also a national ideology of Indonesia which is implemented consistently in the life of the state. The research conducted is based on looking at the facts that exist in the surrounding environment in the community.

References

Ali, A. (2009). Menguak teori hukum (legal theory) dan teori peradilan (judicialprudence). Kencana Prenada Media Group.

Attamimi, A. H. S. (1995). Peranan keputusan presiden Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. In M. Bahar & K. Arianto (Eds.), Risalah sidang BPUPKI dan PPKI. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Charda, U. (2018). Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan. Fokusmedia.

Kaelan. (2000). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Kaelan. (2012). Problematika empat pilar berbangsa dan bernegara. Paradigma.

Muladi. (2006). Hak asasi manusia: Hakekat, konsep dan implikasinya dalam perspektif hukum dan masyarakat. Refika Aditama.

Nurwardani, P., Saksama, H. Y., Kuswanjono, A., Munir, M., Muntasyir, R., Nurdin, E. S., Mulyono, E., Prawatyani, S. J., Anwar, A. A., Evawany, Priyautama, F., & Festanto, A. (2016). Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pimpinan MPR dan Tim Kerja Sosialisasi MPR Periode 2009–2014. (2013). Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekretariat Jenderal MPR RI.

Soekarno. (1960). Lahirnya Pancasila. Panitia Penerbitan di Bawah Bendera Revolusi.

Effendi, S. (2005). Membangun martabat manusia: Peranan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan bangsa. Gadjah Mada University Press.

Soeprapto, B., Bahar, M., & Arianto, N. (1995). Risalah sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Syarbaini, S. (2021). Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Edu Pustaka.

Tim Penulis Buku Pendidikan Anti Korupsi. (2011). Pendidikan anti korupsi untuk perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ujan, A. A. (1998). Keadilan dan demokrasi: Telaah filsafat politik John Rawls. Kanisius.

Yusuf, M. (2009). Negara hukum dan demokrasi Indonesia. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Nazwa Azahra, & Imam Budi Santoso. (2026). Kurangnya Pemahaman dan Pengamalan Nilai Nilai Pancasila di dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara. Eksekusi : Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 4(3), 100–112. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v4i3.2555

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.