Efektivitas Visum Et Repertum dalam Mendukung Pembuktian Tindak Pidana Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Studi pada Unit PPA Polrestabes Medan

Authors

  • Endang Sukmawati Universitas Dharmawangsa
  • Azmiati Zuliah Universitas Dharmawangsa
  • Andi Maysarah Universitas Dharmawangsa

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i3.2720

Keywords:

Child Violence, Evidence, PPA Unit, Violence Against Women, Visum Et Repertum

Abstract

Proof constitutes an essential element in the law enforcement process concerning criminal acts of violence against women and children. One of the important instruments supporting the evidentiary process is the Visum et Repertum, which provides medical findings regarding the victim’s condition. This study aims to examine the legal position of Visum et Repertum as evidence, assess its effectiveness in supporting the proof of criminal acts of violence against women and children at the Women and Children Protection Unit (PPA) of Medan Metropolitan Police, and identify the obstacles encountered in its implementation. This research employs an empirical legal method with normative and sociological juridical approaches. Data were collected through library research and field studies and analyzed qualitatively. The findings indicate that Visum et Repertum occupies an important position in the evidentiary process and its application at the PPA Unit of Medan Metropolitan Police has been relatively effective in facilitating the disclosure of criminal acts. Nevertheless, several obstacles remain, affecting the optimization of its use in criminal proceedings. Therefore, enhanced coordination and adequate institutional support are necessary to strengthen the effectiveness of Visum et Repertum in the criminal justice system.

References

Buku

Afandi, D. (2017). Visum et repertum: Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal. Pekanbaru: Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Aflanie, I. (2017). Ilmu kedokteran forensik dan medikolegal. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Arief, B. N. (2010). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Hamzah, A. (2016). Hukum acara pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Harahap, M. Y. (2016). Pembahasan permasalahan dan penerapan KUHAP: Penyidikan dan penuntutan (Edisi Kedua). Jakarta: Sinar Grafika.

Imwinkelried, E. J. (2015). The methods of attacking scientific evidence. New York: LexisNexis.

Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muladi, & Arief, B. N. (2010). Teori-teori dan kebijakan pidana. Bandung: Alumni.

Muladi. (2002). Hak asasi manusia, politik dan sistem peradilan pidana. Semarang: Undip Press.

Rahardjo, S. (2009). Penegakan hukum: Suatu tinjauan sosiologis. Yogyakarta: Genta Publishing.

Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Jurnal Ilmiah

Aflanie, Iwan. “Peran Visum et Repertum dalam Pembuktian Perkara Pidana.” Jurnal Hukum dan Keadilan, 2023.

Amanda Putri, Annisa, dan Fajar Utama Ritonga. “Peran UPTD PPA Kota Medan dalam Penanganan Korban Kekerasan Seksual pada Anak.” Sosmaniora: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol. 3, No. 2, 2024.

Giannelli, Paul C. “Scientific Evidence in Criminal Trials.” Journal of Forensic Sciences, Vol. 57, No. 4, 2012. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1556-4029.2012.02122.x.

Lubis, M. A., Firdaus, A., Harahap, M., Hasibuan, H. A. L., & Munthe, G. E. (2025). Reformulation of amnesty and abolition in the state system in Indonesia. NOMOI Law Review, 6(2), 264–282. https://doi.org/10.30596/nomoi.v6i2.26565

Lubis, M. A., Harahap, M., Sinaga, D., Pratitis, S. A., & Munthe, G. E. (2025). Implementation of the law against playing victims who harm the police institution (case study of Percut Sei Tuan Police Station). Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 24(2), 3118–3137. https://doi.org/10.31941/pj.v24i2.6302

Lubis, M. A., Ramadhan, M. C., & Firdaus, A. (2025). Dynamics of recognition and control: State institutional patterns in protecting communal intellectual property through the national data center. East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 4(9), 4699–4714.

Peraturan Perundang-Undangan

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2026 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Media Massa

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak). Jakarta: KemenPPPA, 2025.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan. Laporan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2024. Medan: DP3APMPPKB Kota Medan, 2025.

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Endang Sukmawati, Azmiati Zuliah, & Andi Maysarah. (2026). Efektivitas Visum Et Repertum dalam Mendukung Pembuktian Tindak Pidana Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak : Studi pada Unit PPA Polrestabes Medan. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(3), 245–261. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i3.2720

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.