Pengelolaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Wilayah Perbatasan Darat Indonesia

(Analisis Hukum Internasional dan Harmonisasi Regulasiprapenuntutan dan Penuntutan)

Authors

  • Melati Elpina Siahaan Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Jelita Saragih Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Yohana Tiur Indah Malau Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i1.2552

Keywords:

Border Governance, International Law, Normative Gap, PLBN, Regulatory Disharmony

Abstract

The management of Indonesia's Border Crossing Posts (Pos Lintas Batas Negara/PLBN) in land border areas presents a critical normative gap between the country's international legal obligations and their actual implementation. This study departs from prior descriptive approaches by offering a critical normative-gap analysis that identifies specific disharmonies between bilateral agreements, international conventions, and national legislation governing PLBN operations. Employing a normative juridical method with statute, conceptual, and case approaches, this research examines three focal issues: (1) the normative gap between Indonesia's international legal commitments under instruments such as the United Nations Charter, Vienna Convention on Consular Relations 1963, Revised Kyoto Convention, International Health Regulations 2005, and the United Nations Convention against Transnational Organized Crime (UNTOC), and their domestic implementation; (2) the legal factors generating regulatory disharmony in PLBN governance, particularly the inconsistency between bilateral Border Crossing Agreements with Malaysia and Timor-Leste and national legislation; and (3) specific case-based evidence of implementation failures, including unauthorized border crossings at PLBN Motamasin and the pending boundary delimitation in the Noel Besi Citrana and Bidjael Sunan Oben segments with Timor-Leste. The findings reveal that regulatory disharmony, institutional fragmentation in the CIQS system, inadequate human resource capacity, and unresolved boundary disputes constitute structural legal deficits that undermine the effective governance of PLBN. This article recommends a comprehensive legal harmonization strategy, strengthened bilateral diplomatic engagement, and institutional reform grounded in international legal standards.

 

References

Bangun, B. H. (2017). Konsepsi dan pengelolaan wilayah perbatasan negara: Perspektif hukum internasional. Tanjung Pura, 1(1), 52–63.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia. (2026). Kajian BNPP tentang pengelolaan PLBN terpadu. BNPP RI

Badan Penelitian & Kementerian Hukum. (2018). Optimalisasi pos lintas batas tradisional dalam pelaksanaan fungsi keimigrasian studi kasus Imigrasi Entikong (Optimization of traditional cross-border post in the implementation of immigration functions immigration study case: Entikong). Portal Kementerian Luar Negeri, 57–72.

BNPP. (2024). Standar operasional prosedur perlintasan di luar jam pelayanan di Pos Lintas Batas Negara Motamasin. Scribd. SOP Pembukaan Portal di Luar Jam Pelayanan

Bodin, J. (1576). Kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi yang bersifat tidak terbagi dalam suatu negara. Jurnal Hukum dan Politik. Jean Bodin Scribd

Ekon, M. P. Y. (2020). Penerapan prinsip uti possidetis juris dalam penetapan batas darat Indonesia dan Timor Leste. Jurnal Bina Mulia Hukum, 5(2), 196–219.

Faso, B., & Mali. (1986). Kasus Burkina Faso v. Mali (1986). Scribd. Case Digest Burkina Faso v Mali

Gokok, M. V. G., Nurgiyanti, T., Amini, D. S., & Subandi, Y. (2023). Peran Pos Lintas Batas Negara Motamasin dalam mengatasi imigran ilegal di wilayah perbatasan RI-RDTL. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(1), 54–59. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v2i1.1695

Herin, F. F. (2025). Sengketa batas Indonesia dan Timor Leste sudah terjadi sejak 2005. Kompas.id. Kompas.id Sengketa Batas Indonesia Timor Leste

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2024 tentang pedoman pengarusutamaan hak asasi manusia dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Database Peraturan JDIH BPK. 1-44

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang pengawasan keimigrasian dan tindakan administratif keimigrasian. Database Peraturan JDIH BPK. 1-59

Nations Unies. (2005). Convention de Vienne sur le droit des traités. Jus Connect, 1155, 29–33.

Presiden Republik Indonesia. (2019). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan 11 (sebelas) Pos Lintas Batas Negara terpadu dan sarana prasarana penunjang di kawasan perbatasan. Database Peraturan JDIH BPK. 1–9.

PBB. (1945). Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Statuta Mahkamah Internasional. Scribd. Piagam PBB PDF

Presiden Republik Indonesia. (2015). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2015 tentang percepatan pembangunan 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara terpadu dan sarana prasarana penunjang di kawasan perbatasan. Database Peraturan JDIH BPK

Presiden Republik Indonesia. (2022). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2022 tentang rencana induk pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan tahun 2020–2024. Database Peraturan JDIH BPK.

Presiden Republik Indonesia. (2000). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2000 Tentang Perjanjian Internasional.

Presiden Republik Indonesia. (2010). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Database Peraturan JDIH BPK.

Setiyaningsih, D., et al. (2020). Kedudukan dan kekuatan hukum memorandum of understanding (MoU) sebagai tahap prakontrak (Kajian dari sisi hukum perikatan). Jurnal Universitas Sebelas Maret Surakarta, 8(2), 173–179.

Sabar, Septiani, T., & Anggraeni, H. Y. (2025). HUKUM INTERNASIONAL DAN KEDAULATAN SUATU NEGARA. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 7(1), 122-127. https://doi.org/10.54783/jin.v7i1.1326

Siahaan, R. G. D. (2021). The position of the international regime in contemporary international law. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(1), 57–67.

Taqwa, M. D. (2026). Improving judicial reasoning in constitutional rights cases: The case for a structured proportionality test in the Indonesian Constitutional Court. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 13(1), Article 1. https://journal.unpad.ac.id/pjih/vol13/iss1/1

World Health Organization. (2005). International health regulations (2005). (Third Edition). WHO Library Cataloguing-in-Publication Data.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Melati Elpina Siahaan, Jelita Saragih, & Yohana Tiur Indah Malau. (2026). Pengelolaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Wilayah Perbatasan Darat Indonesia: (Analisis Hukum Internasional dan Harmonisasi Regulasiprapenuntutan dan Penuntutan). Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(1), 281–296. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i1.2552

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.