Perlindungan Hukum terhadap Istri atas Penelantaran Nafkah: Integrasi Pendekatan Fikih dan Hukum Positif Indonesia

Authors

  • Agus Jatnika Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Sa’adah Sukasari Sumedang
  • Mumu Fahmudin Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Sa’adah Sukasari Sumedang
  • Abdul Kodir Alhamdani Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Sa’adah Sukasari Sumedang

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i1.2539

Keywords:

Divorce Lawsuit, Islamic Family Law, Legal Protection, Maintenance, Restorative Justice

Abstract

Maintenance neglect is a fundamental marital violation and a primary factor in high divorce rates. Currently, normative clashes exist between the classical fiqh approach in the Compilation of Islamic Law, such as the nusyuz concept, and the absolute penal regime in the Elimination of Domestic Violence Act. Furthermore, wives forced to file for divorce lawsuits often face post-divorce financial injustice. This normative research aims to analyze the integration of fiqh and Indonesian positive law to provide comprehensive legal protection for wives. Utilizing statutory and conceptual approaches based on Maqashid al-Shari'ah, the findings highlight the urgency for a gender-neutral reconstruction of nusyuz that includes the husband's nusyuz. Criminal proceedings for economic neglect under the Domestic Violence Act must also be synergized with a restorative justice approach. In the courts, protection can be optimized through the application of judges’ ex officio rights based on Supreme Court Regulation No. 3 of 2017 to secure post-divorce maintenance. The implication of this research demands national regulatory harmonization and the reformulation of court executory instruments to ensure the fulfillment of victims’ rights.

References

Al Asyari, M. A., & Yulianis, M. S. F. (2024). Perlindungan Hukum Bagi Istri Sebagai Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(7), 56–67. Https://doi.org/10.5281/zenodo.10650166

Alhamdani, A. K., Halim, H. A., Abidin, Z., Bhakti, I. S. G., Jalil, A., Wahyudin, Y., Fahmudin, M., Puspandari, R. Y., Hadi, M. N., Adityarani, N. W., & Others. (2024). Hukum tentang Perkawinan Islam. Sada Kurnia Pustaka.

Azizah, F., Setiawan, A., Shulton, H., & Izza, M. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Perempuan Korban Penelantaran Hak Nafkah (Studi Kasus di Desa Negararatu Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara). Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 19(1), 137–150.

Bahrudin, R., & Putra, A. P. (N.D.). Perlindungan Hukum Bagi Istri: Perspektif Hukum Islam atas Fenomena Suami Pecandu Game Online di Indonesia. Nusantara; Journal For Southeast Asian Islamic Studies, 21(2), 138–142. http://dx.doi.org/10.24014/nusantara.v21i2.38065

Fitriani. (2021). Penjatuhan Pidana Penjara Bagi Penelantaran Rumah Tangga: Kajian Putusan Nomor 20/PID.Sus/2019/PN.Lrt. Jurnal Yudisial, 14(3), 395–411. https://doi.org/10.29123/jy.v14i3.448

Fuadi, A. S., Saputra, D. E., & Munajah, M. (2021). Analisis Yuridis Hak Ex Officio Hakim dalam Perkara Cerai Gugat (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Martapura Nomor 318/Pdt.G/2020/PA.Mtp). Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, 1(1), 70–87. https://doi.org/10.51749/jphi.v1i1.21

Handini, S., Sudiatmaka, K., & Adnyani, N. K. S. (2021). Pelaksanaan Pemberian Nafkah Iddah dilihat dari Perspektif Hukum Islam dan Pasal 41 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan. E-Journal Komunitas Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha, 2(2), 438–446.

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (1991).

Jarajap, I. M. J., Rahmaniah, A., & Mulyati, F. (2020). Dinamika Nafkah Istri dalam Cerai Gugat (Integrasi antara Fikih dengan Konteks Indonesia). Indonesian Journal Of Islamic Jurisprudence, Economic. https://doi.org/10.62976/ijijel.v2i2.516

Latif, S., Irham, M. I., & Syahnan, M. (2026). Penelantaran Nafkah dan Peninggalan Beban Hutang Keluarga Kepada Istri: Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(01), 212–227. https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.41924

Maimunah. (2020). Epistemology Of Nusyuz In The Context Of Fiqh. Genelogi Pai: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(1), 33–39. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v7i1.2538

Mas’ar, F., Zulkarnain, & Irwansyah. (2022). Analisis Nusyuz dalam Rumah Tangga (Studi Komparasi Hukum Islam atas UU PKDRT No. 23 Tahun 2004). Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial Islam, 10(1). Https://doi.org/10.30868/Am.v10i01.2442

Mawaddah, Z., Fitria, N., Sari, D. P., & Noviani, D. (2024). Perilaku Nusyuz Suami Terhadap Istri dan Implikasinya dalam Dinamika Pernikahan Masyarakat Kontemporer. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(4), 23–34.

Nafis, B. (2025). Penelantaran Nafkah Sebagai Alasan Cerai Gugat. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah.

Niffilayani, A. (2025). Kewajiban Ayah Dalam Menafkahi Istri Dan Anak Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Indonesia. Syariah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.53888/sjhki.v2i1.939

Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan Dengan Hukum (2017).

Rahman, M. A., & Lubis, F. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Hak atas Nafkah ’Iddah Istri yang mengajukan Cerai Gugat Perspektif SEMA Nomor 3 Tahun 2018. Kabilah: Journal Of Social Community, 8(14), 935–943. https://doi.org/10.35127/kabillah.v8i1.256

Shofiyah, R. (2025). Penelantaran Nafkah Suami sebagai Bentuk Kekerasan Ekonomi: Perspektif Fikih dan Hukum Nasional. Al-Adillah: Jurnal Hukum Islam, 5(2), 24–33.

Syahrizal, S. (2021). Kendala Penegakan Hukum dalam Pelaksanaan Putusan Nafkah. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 15(1), 87–104. Https://doi.org/10.30641/kebijakan.2021.V15.87-104

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (1974).

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (2004).

Yasin, M. K. (2021). Peran Pengadilan Agama dalam Penyelesaian Sengketa Nafkah Pasca Perceraian. Jurnal Peradilan Agama, 3(1), 45–59. Https://doi.org/10.24252/jpa.V3i1.21567

Zubaidi, A. (2022). Hak Dan Kewajiban Mantan Suami dalam Perspektif Fikih dan Hukum Positif. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2), 233–248.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Agus Jatnika, Mumu Fahmudin, & Abdul Kodir Alhamdani. (2026). Perlindungan Hukum terhadap Istri atas Penelantaran Nafkah: Integrasi Pendekatan Fikih dan Hukum Positif Indonesia. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(1), 264–280. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i1.2539

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.