Kedudukan dan Tanggung Jawab POLRI dalam Penggunaan Senjata Api untuk Melumpuhkan Pelaku Kejahatan

Authors

  • Adiesta Zuhdi Rifki Ma’ruf Universitas Islam Batik Surakarta
  • Hanuring Ayu Universitas Islam Batik Surakarta
  • Nourma Dewi Universitas Islam Batik Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i2.2526

Keywords:

Firearms, Human Rights, Perpetrators of Crime, Position of the Indonesian National Police (Polri), Responsibility of the Indonesian National Police (Polri)

Abstract

The use of firearms by the Indonesian National Police (Polri) to incapacitate criminals constitutes an exercise of state authority in maintaining public security and order. However, their use often raises legal concerns regarding the limits of police authority, the protection of human rights, and the legal accountability of officers. This study aims to analyze the position of Polri in the use of firearms and to examine the forms of legal responsibility arising from the abuse of such authority.This research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. Primary, secondary, and tertiary legal materials were analyzed qualitatively. The study focuses on relevant regulations, including Law Number 2 of 2002 concerning the Indonesian National Police, regulations governing the use of force in police actions, and human rights principles in law enforcement. The findings show that the authority to use firearms is an attributive power granted by law to support Polri’s functions of protection, public service, and law enforcement. Firearms may only be used in specific situations as a measure of last resort (ultimum remedium), while adhering to the principles of legality, necessity, proportionality, and accountability. Responsibility for misuse may involve administrative, criminal, and civil liability. Strengthening oversight, improving professionalism, and refining regulations are essential to balance effective law enforcement with human rights protection.

References

Antara Sumbar. (n.d.). Kompolnas ungkap penyalahgunaan senjata api anggota Polri, temukan banyak kasus senjata api hilang. https://sumbar.antaranews.com/berita/471101/kompolnas-ungkap-penyalahgunaan-senjata-api-anggota-polri-temukan-banyak-kasus-senjata-api-hilang. Diakses 09 Mei 2026, pukul 14.40 WIB.

Budiardjo, M. (1998). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustakan Utama, Jakarta. hlm. 35–36.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2006). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta. hlm. 106.

Hamzah, A. (2012). Pelik-delik Tersebar di Luar KUHP dengan Komentar. Pradnya Paramita, Jakarta. hlm. 253.

Harahap, M. Y. (2002). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. Sinar Grafika, Jakarta. hlm. 112.

Indrohato. (1994). Asas-Asas Umum Pemerintahan yang baik. Dalam Paulus Efendie Lotulung (Ed.), Himpunan Makalah Asas-Asas Umum Pemerintahan yang baik (hlm. 65). Citra Aditya Bakti, Bandung.

Josias, & Atin Sri Pujiastuti. (2015). Senjata Api dan Penanganan Tindak Kriminal. Pustaka Obor, Jakarta. hlm. 42.

Kurniawan, S. (2016). Pendidikan karakter (konsepsi & implementasi secara terpadu di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat). Ar-Ruzz Media, Yogyakarta. hlm. 158.

Kusnardi, M., & Ibrahim, H. (1988). Hukum Tata Negara Indonesia. Sinar Bakti, Jakarta. hlm. 153.

Lickona, T. (2012). Mendidik untuk membentuk karakter: Bagaimana sekolah dapat memberikan pendidikan tentang sikap hormat dan bertanggung jawab (U. Wahyudin & Suryani, Trans.). Bumi Aksara, Jakarta. hlm. 106.

Muladi, & Arif, B. N. (2005). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Alumni, Bandung. hlm. 12.

Muliadi, & Arif, B. N. (2005). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Alumni, Bandung. hlm. 153.

Muliadi, & Arif, B. N. (2005). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Alumni, Bandung. hlm. 153.

Nawawi Arief, B. (2001). Masalah penegakan hukum dan kebijakan penanggulangan kejahatan. PT Citra Aditya Bhakti, Bandung. hlm. 72–75.

Nawawi Arief, B. (2008). Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Kencana. hlm. 78.

Notoatmojo, S. (2010). Etika dan hukum kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta. hlm. 62.

Olivia, M. (2023). Dalam Septhiano Aditya Tiwa, Eugenius Nusje Paransi, & Carlo Aldrin Gerungan. Penerapan sanksi pidana tentang penggunaan senjata api oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia. Jurnal Fakultas Hukum Unsrat Lex Privatum, 12(4).

Pangulili, Y. (n.d.). Penerapan sanksi terhadap penyalahgunaan senjata api oleh aparat kepolisian. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexetsocietatis/article/view/11210. Diakses 29 April 2026.

Perkapolisian RI No. 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Poerwadarminta, W. J. S. (2012). Kamus umum bahasa Indonesia. PN Balai Pustaka, Jakarta. hlm. 917.

Rahardjo, S. (2009). Penegakan hukum: Suatu tinjauan sosiologis. Genta Publishing, Yogyakarta. hlm. 8–12.

Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara RI No. 4168).

Ridwan, H. R. (2006). Hukum administrasi negara. Raja Grafindo Persada, Jakarta. hlm. 337.

Sabine, G. (1995). A history of political theory. George G. Harrap & Co. Ltd., London. Dalam Dahlan Thaib, Kedaulatan rakyat, negara hukum dan hak-hak asasi manusia (hlm. 22).

Sadjijono. (2010). Memahami hukum kepolisian. Laksbang Persino, Yogyakarta. hlm. 3.

Samsudin M, A. Q., & Sumaryo E. (1985). Kejahatan anak: Suatu tinjauan dari segi psikologis dan hukum. Liberti, Yogyakarta. hlm. 46.

Setiardja, A. (1990). Dialektika hukum dan moral dalam pembangunan masyarakat Indonesia. Kanisius, Jogjakarta. hlm. 52.

Soekanto, S. (1983). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. UI Press, Jakarta. hlm. 35.

Stahl, J. (1995). Dalam Jimly Asshiddiqie. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia (hlm. 123). Sinar Grafika.

Syahri, M., & Muzakar, A. (2025). Etika kepolisian sebagai pilar penegakan hukum keadilan. Jurnal Sains Students Research, 3(3). https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jssr/article/view/4646/4085

Tasaripa, K. (2013). Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion, Edisi 2, Volume 1.

United Nations. (1990). Basic principles on the use of force and firearms by law enforcement officials. hlm. 3–5.

Utomo, W. H. (2005). Hukum kepolisian di Indonesia. Jakarta. hlm. 5.

Wahyono, P. (1975). Negara Republik Indonesia. Raja Grafika Persada, Jakarta. hlm. 193.

Wikipedia. (n.d.). Kedudukan hukum. https://id.wikipedia.org/wiki/Kedudukan_hukum. Diakses 29 April 2026, pukul 18.08 WIB.

Yaumi, M. (2014). Pendidikan karakter: Landasan, pilar, dan implementasi. Prenada Media, Jakarta. hlm. 72.

Zulham. (2013). Hukum perlindungan konsumen. Kencana, Jakarta. hlm. 16.

Downloads

Published

2026-06-08

How to Cite

Adiesta Zuhdi Rifki Ma’ruf, Hanuring Ayu, & Nourma Dewi. (2026). Kedudukan dan Tanggung Jawab POLRI dalam Penggunaan Senjata Api untuk Melumpuhkan Pelaku Kejahatan. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(2), 258–274. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i2.2526

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.