Ormas Keagamaan dan Sumber Daya Alam: Analisis Filosofis tentang Keadilan dan Konstitusionalitas

Authors

  • Mardongan Mardongan Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i2.2383

Keywords:

Mining Business Permits, Natural Resource Management, Pancasila, 1945 Constitution, Religious Organizations

Abstract

The involvement of religious mass organizations (ormas) in the mining sector raises complex issues, particularly regarding potential conflicts of interest and the neglect of critical environmental concerns. Policies allowing religious organizations to participate in natural resource management are fundamentally driven by the goal of economic equity and improved public welfare. However, in practice, such policies tend to benefit certain groups while increasing the risk of excessive resource exploitation, which may lead to environmental degradation. Furthermore, the limited managerial capacity and lack of experience of these organizations in the extractive sector pose significant challenges to achieving good mining governance. Therefore, stricter regulations, greater transparency in licensing processes, and stronger accountability mechanisms are urgently needed. This study recommends that religious organizations focus more on their social, educational, and humanitarian roles rather than engaging directly in mining activities. The implementation of social justice principles in natural resource management must be grounded in comprehensive analysis, taking into account organizational capacity, transparency, and environmental sustainability.

References

Asnawi. (2019). [Data tidak lengkap].

Acemoglu, D., & Robinson, J. A. (2012). Why nations fail: The origins of power, prosperity, and poverty (1st ed.). Crown Publishing Group. https://doi.org/10.1355/ae29-2j

Aditantyo, A., Ariyansah, N. K., Anindarini, G., & Diwasasri, W. (2025). Analisis kebijakan problematika UU No. 2 Tahun 2025 tentang perubahan keempat atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Publish What You Pay Indonesia.

Arief, B. N. (2009). Implementasi ide-ide dasar Pancasila dalam pembaharuan hukum pidana Indonesia. Dalam Makalah Seminar Nasional FH Trunojoyo.

Asshiddiqie, J. (2006). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Caporaso, J. A., & Levine, D. P. (2005). Theories of political economy (13th ed.). Cambridge University Press.

Dewi, R. S. (2019). Regulasi pertambangan. Yustitiabelen, 5(1), 70.

Febriani, A., Istanti, D. J., & Wibowo, P. (2021). Teori oligarki Winters atas penambangan batubara di Kalimantan Timur (relasi pengusaha menjadi penguasa). JISIP-UNJA, 72–82. https://doi.org/10.24843/JIWSP.2020.v02.i02.p05

Haryadi, D. (2018). Pengantar hukum pertambangan mineral dan batubara. UBB Press.

H. S., S. (2014). Hukum pertambangan mineral dan batubara (Ed. 1, Cet. 2). Sinar Grafika.

Ibrahim. (2013). Sengkarut timah dan gagapnya ideologi Pancasila. Imperium.

Jauhari, L. W. (2018). Kaidah fikih: Adh-dhararu yuzal. Rumah Fiqih Publishing.

Kaelan. (2010). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

Koli, D. (2023). Kritik ideologi dan subjek politik menurut Slavoj Zizek. Ruang Karya.

Kusumaatmadja, M. (1972). Pembinaan hukum dalam rangka pembangunan nasional. Bina Citra.

Mahfud, M. M. D. (2006). Membangun politik hukum, menegakkan konstitusi. Pustaka LP3ES.

Mahfud, M. M. D. (2009). Konstitusi dan hukum dalam kontroversi isu. Rajawali Pers.

Marfungah, L. (2024). Diskursus kepemilikan izin usaha pertambangan oleh ormas. [Data tidak lengkap].

Mukti, H. (2022). Pertambangan batu bara terintegrasi dalam mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan (Cet. 1). Deepublish.

Muhid, H. K., Gabriela, M., P, A. T., & Fajrian, M. F. (2024, August 5). Ramai-ramai internal Muhammadiyah tolak konsesi izin tambang pemerintah. Tempo.co.

Muthmainnah, L. (2023). Analisis filsafat hukum atas gerakan pembangkangan sipil dalam konteks masyarakat demokrasi modern. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(3), 316–327. https://doi.org/10.23887/jfi.v6i3.55610

Nasution, R. F. (2021). Perilaku memilih masyarakat Mandailing Natal pada pemilihan kepala desa. Jurnal USM Law Review, 4(1), 263–280. https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3346

Noya, E. V., & Walakutty, A. (2022). Hukum berparadigma cita hukum Indonesia demi tercapainya keadilan. Sanisa, 2(2), 69–80.

Parlan, H. P., & Bahri, S. (2024). Karakteristik Islam dalam tata kelola lingkungan hidup: Studi kasus pemberian IUP pertambangan dan mineral kepada organisasi masyarakat keagamaan. Jurnal Dirasah Islamiyah, 6(3). https://doi.org/10.17467/jdi.v6i3.4066

Prasetyo, T. (2014). Membangun hukum nasional berdasarkan Pancasila. Jurnal Hukum dan Peradilan, 3(3), 213–222. https://doi.org/10.25216/jhp.3.3.2014.213-222

Roisah, K. (2012). Prismatika hukum sebagai dasar pembangunan hukum Indonesia berdasarkan Pancasila (kajian terhadap hukum kekayaan intelektual). Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 41(4), 623.

Salinding, M. B. (2019). Prinsip hukum pertambangan mineral dan batubara yang berpihak kepada masyarakat hukum adat. Jurnal Konstitusi, 16(1), 17. https://doi.org/10.31078/jk1618

Sirin, K., & Sholeh, B. (2021). Ormas Islam dan gerakan moderasi beragama di Indonesia. Rajawali Pers.

Soejadi. (1999). Pancasila sebagai sumber tertib hukum Indonesia. Lukman Offset.

Susanto, A. (2010). Ilmu hukum non sistematik: Fondasi filsafat pengembangan ilmu hukum Indonesia. Genta Publishing.

Susetyo, B. (2010). Ketidakadilan kemerdekaan dalam rindu Pancasila. Kompas Media Nusantara.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Wakang, A. A. (2024). Alasan PBNU terima izin tambang. Tempo.co.

Wiyono, S. (2018). Implementasi spiritualitas Pancasila melalui pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk karakter anti korupsi. Dalam Prosiding Seminar Nasional PPKn 2018. Universitas Sebelas Maret.

Wilardjo, L. (1990). Realita dan desiderata. Duta Wacana University Press.

Yokotani. (2019). Perbuatan melawan hukum yang dilakukan pemerintah terkait penyalahgunaan izin pertambangan oleh para penerima izin di Provinsi Bangka Belitung. Ius Constituendum, 4, 160. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1655

Yulianingrum, A. V., Absori, A., & Hasmiati, R. A. (2021). Kebijakan pengelolaan sumber daya alam berbasis kesejahteraan profetik (studi analitik regulasi mineral dan batubara di Indonesia). Dalam Prosiding Seminar Nasional Hukum dan Pembangunan yang Berkelanjutan (hlm. 8).

Zainuddin, D. (2016). Analisis penanganan konflik antar organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara (Medan) dan Jawa Tengah (Surakarta). Jurnal HAM, 7(1), 10–20. https://doi.org/10.30641/ham.2016.7.10-20

Zizek, S. (1991). Looking awry: An introduction to Jacques Lacan through popular culture. MIT Press.

Zizek, S. (2009). The sublime object of ideology. New Left Books.

Downloads

Published

2026-05-06

How to Cite

Mardongan Mardongan. (2026). Ormas Keagamaan dan Sumber Daya Alam: Analisis Filosofis tentang Keadilan dan Konstitusionalitas. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 4(2), 54–74. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v4i2.2383

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 

You may also start an advanced similarity search for this article.