Penegakan Pajak Penghasilan (PPh) terhadap Perusahaan Asing di Indonesia: Kajian Yuridis Normatif

Authors

  • Irwan Triadi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Dimas Yanuarsyah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Evi Fitriani Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/birokrasi.v3i2.1842

Keywords:

Income Tax, Foreign Companies, Tax Law Enforcement, International Tax

Abstract

This study aims to analyze law enforcement in collecting Income Tax (PPh) against foreign companies that have the status of foreign taxpayers in Indonesia in a normative legal manner. In a national economic situation that is experiencing a slowdown, optimizing tax revenues is an important strategy for the government to improve fiscal stability and economic growth. Foreign companies, both those running businesses through Permanent Establishments (PE) or without PE, are subject to tax obligations on income earned in Indonesia. Law enforcement in tax collection is carried out through a preventive approach such as the establishment of the Directorate of International Taxation, the implementation of the Automatic Exchange of Information (AEoI), and intensive supervision of Tax Returns (SPT). In addition, a repressive approach in the form of tax audits and tax collection is strictly carried out against domestic business entities that act as tax collectors for foreign companies. This study concludes that the combination of preventive and repressive efforts carried out by the Directorate General of Taxes is effective in ensuring compliance with foreign taxpayers and increasing state revenues from the international taxation sector.

References

Amiruddian, & Asikin, H. Z. (2004). Pengantar metode hukum. PT. Raja Grafindo Persada.

Finansialku. (n.d.). Setelah amnesti pajak berakhir: Kehadiran AEOI (Automatic Exchange of Information) di Indonesia. Diakses 22 Februari 2025, pukul 10:38 WIB, dari https://www.finansialku.com/setelah-amnesti-pajakberakhir-kehadiran-aeoi-automatic-exchange-information-di-indonesia/

Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak. (2013). Pajak tuntas, tidur pulas. Pamflete.

Kurniawan, A. M. (2011). Pajak internasional beserta contoh aplikasinya (Cet. 1). Ghalia Indonesia.

Panjaitan, H. (2022). Aspek hukum kegiatan perpajakan dalam perspektif hukum perdata. Jurnal Hukum To-ra: Hukum Untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat, 8(3), 302–315.

Priantara, D. (2011). Kupas tuntas pengawasan pemeriksaan dan penyidikan pajak (Cet. 2). Indeks.

Pudyatmoko, S. (2009). Pengantar hukum pajak (Cet. 4). ANDI.

Pudyatmoko, S. (2018). Pengantar hukum pajak. Rajawali Pers.

Rangkuti, S. S. (2005). Hukum lingkungan dan kebijaksanaan lingkungan nasional (Edisi ke-3). Universitas Airlangga, University Press.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pasal 1 angka 5.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pasal 8.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pasal 29 ayat (1).

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pasal 31.

Saidi, D. (2007). Perlindungan hukum wajib pajak dalam penyelesaian sengketa pajak. PT. Raja Grafindo.

Saidi, M. D. (2007). Pembaharuan hukum pajak. PT. Raja Grafindo Persada.

Samosir, H. S. (2018). Penagihan pajak/jurusita pajak. Bahan ajar. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak.

Sanyoto. (2008). Penegakan hukum di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, 8(3), 199.

Septian, I. A. (2017). Penerapan sistem informasi otomatis (automatic exchange system of information) di Indonesia dan perlindungan hukum bagi masyarakat terkait keterbukaan rahasia data dan informasi di bidang perpajakan dan perbankan (Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Kristen Maranatha).

Sultony, A. (2016). Analisis laporan keuangan dan SPT (Bahan ajar). Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Pusdiklat Pajak.

Suyanto, H. (n.d.). Hukum pajak dan penyelesaian sengketa pajak (Cet. 1). Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Waluyo. (2020). Perpajakan: Teori dan kasus. Salemba Empat.

WibowoPajak. (2012, Januari). Pengertian BUT (Bentuk Usaha Tetap). http://www.wibowopajak.com/2012/01/pengertian-but-bentuk-usaha-tetap.html

Downloads

Published

2025-04-17

How to Cite

Irwan Triadi, Dimas Yanuarsyah, & Evi Fitriani. (2025). Penegakan Pajak Penghasilan (PPh) terhadap Perusahaan Asing di Indonesia: Kajian Yuridis Normatif. Birokrasi: JURNAL ILMU HUKUM DAN TATA NEGARA, 3(2), 13–29. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v3i2.1842

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)