Pengaturan Fungsi Camat dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Implementasinya dalam Pembangunan Desa di Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat: Tinjauan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Kecamatan

Authors

  • Jendriensi Tiara H. Lagu Universitas Nusa Cendana
  • Josef Mario Monteiro Universitas Nusa Cendana
  • Ivan Ndun Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v4i2.2561

Keywords:

Community Empowerment, Coordination, Sub-district Head, Supervision, Village Development

Abstract

This study aims to analyze the role of the sub-district head (Camat) in community empowerment and village development in Lamboya District, West Sumba Regency, based on Government Regulation Number 17 of 2018 concerning Sub-Districts. The research employed an empirical juridical method with a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and literature studies involving the Camat, village heads, district staff, Village Consultative Body (BPD) members, and community representatives. The findings reveal that the Camat has carried out important functions in coordinating, supervising, and guiding village governance and development programs, as well as facilitating community empowerment activities. These roles contribute to improving development implementation and encouraging community participation at the village level. However, the effectiveness of these functions has not been fully optimized due to several obstacles, including limited infrastructure, inadequate human resources, weak coordination among institutions, and inconsistencies in regulatory implementation. These challenges affect the achievement of development objectives and the sustainability of empowerment programs. Therefore, strengthening technical regulations, enhancing institutional coordination, and improving the capacity of government officials are necessary to optimize the Camat’s role in supporting effective village development and sustainable community empowerment in Lamboya District.

References

BPS Kabupaten Sumba Barat.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Barat. (2024). Kecamatan Lamboya dalam angka 2024. BPS Kabupaten Sumba Barat.

Hamid, H. (2020). Manajemen pemberdayaan masyarakat. CV Sah Media.

Huda, N. (2020). Hukum pemerintahan daerah. Rajawali Pers.

Monteiro, J. M. (2016). Pemahaman dasar hukum pemerintahan daerah. Pustaka Yustisia.

Muhaimin. (2018). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Nurcholis, H. (2020). Pertumbuhan dan penyelenggaraan pemerintahan desa. Erlangga.

Peraturan Bupati Sumba Barat. (2024). Peraturan Bupati Sumba Barat Nomor 3 Tahun 2024 tentang Prioritas Pembangunan Dana Desa.

Peraturan Pemerintah. (2018). Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan.

Slamet. (2018). Pembangunan desa: Teori dan praktik. Gadjah Mada University Press.

Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama.

Suharto, E. (2016). Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat: Teori, kebijakan, dan strategi. Refika Aditama.

Suharto, E. (2018). Pembangunan kebijakan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Alfabeta.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (2014).

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. (2014).

Wasistiono, S. (2019). Manajemen pemerintahan daerah di Indonesia. Fokusmedia.

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Jendriensi Tiara H. Lagu, Josef Mario Monteiro, & Ivan Ndun. (2026). Pengaturan Fungsi Camat dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Implementasinya dalam Pembangunan Desa di Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat: Tinjauan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Kecamatan. Student Research Journal, 4(2), 365–373. https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v4i2.2561

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.