Analisis Perlindungan Hukum terhadap Perempuan Korban Ingkar Janji Menikah
Studi Putusan No.10/PDT.G/2024/PN KFM
DOI:
https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v4i2.2520Keywords:
Breach of Promise to Marry, Compensation, Legal Protection, Unlawful Act, WomenAbstract
The phenomenon of breach of promise to marry has caused material and immaterial losses for women. Women who become victims often experience psychological pressure, social stigma, and loss of dignity within society. This study aims to analyze legal protection for women victims of breach of promise to marry based on Decision Number 10/Pdt.G/2024/PN KFM. This research employs normative legal research using a case approach. The legal materials consist of the Indonesian Civil Code, Supreme Court Decision Number 3191 K/Pdt/1984, Decision Number 10/Pdt.G/2024/PN KFM, and other relevant legal literature. Legal materials were collected through library research and analyzed qualitatively. The results show that a breach of promise to marry can be categorized as an unlawful act if it causes losses to another party. Decision Number 10/Pdt.G/2024/PN KFM provides legal protection for women victims through the recognition of immaterial damages, compensation, and consideration of customary law in resolving the dispute. The decision reflects the court’s effort to achieve justice, legal certainty, and protection of women’s rights.
References
Amanda, R. (2024). Ganti kerugian immateriil dalam perkara ingkar janji untuk mengawini sebagai perbuatan melawan hukum (Analisis Putusan PT Kupang Nomor 14/PDT/2023/PT KPG dan Putusan PN Subang Nomor 45/PDT.G/2019/PN SNG). Lex Patria, 3(2).
Anjani, A. S., Mandey, M., & Gerungan, M. A. (2024). Analisis yuridis ingkar janji untuk menikahi sebagai perbuatan melawan hukum menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Lex Privatum.
Armia, M. S. (2022). Penentuan metode dan pendekatan penelitian hukum. Lembaga Kajian Konstitusi Indonesia (LKKI), Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.
Barkatullah, A. H., & Tavinayati, T. (2020). Janji kawin dalam perspektif hukum perdata. Lambung Mangkurat Law Journal. https://doi.org/10.32801/abc.v5i1.95
Haswandi, H. (2023). Tanggung jawab perdata pelaku tindak pidana korupsi dan ahli warisnya: Pengembalian aset tindak pidana korupsi. Kencana.
Is, M. S., Antasari, R. R., & Barkah, Q. (2023). Perlindungan hukum terhadap hak kesejahteraan perempuan korban tindak pidana kekerasan seksual di Indonesia. Mimbar Hukum.
Ishaq, H. (2022). Dasar-dasar ilmu hukum (Edisi revisi). Sinar Grafika.
Jevera, V. M., Sugianto, F., & Agustian, S. L. (2022). Pertanggungjawaban hukum pengingkaran janji kawin. Tanjungpura Law Journal. https://doi.org/10.26418/tlj.v6i2.52529
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek). (1847). Staatsblad Nomor 23.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (1984). Putusan Nomor 3191 K/Pdt/1984.
Manembu, M. F. (2024). Hak masyarakat hukum adat di tengah modernisasi ditinjau dari Pasal 18B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. Lex Privatum, 12(2).
Mokodompit, M. A., Kermite, J. A., & Taroreh, H. (2020). Akibat hukum dalam pengingkaran terhadap janji akan melangsungkan perkawinan. Lex Privatum.
Ndolu, J. S. (2024). Model perlindungan hukum dan budaya perempuan korban ingkar janji kawin/wobeni wue pada suku Sabu di Nusa Tenggara Timur (NTT) (Disertasi doktor, Universitas Sebelas Maret).
Pengadilan Negeri Kefamenanu. (2024). Putusan Nomor 10/Pdt.G/2024/PN Kfm.
Pengadilan Negeri Kupang. (2022). Putusan Nomor 69/Pdt.G/2022/PN Kpg.
Pengadilan Negeri Magelang. (2023). Putusan Nomor 18/Pdt.G/2023/PN Mgg.
Pengadilan Negeri Subang. (2019). Putusan Nomor 45/Pdt.G/2019/PN Sng.
Pulungan, N. N. S. R., Ghuffran, M., & Nugraha, D. A. (2024). Perlindungan hukum terhadap korban perbuatan ingkar janji menikah menurut hukum perdata. Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issue. https://doi.org/10.32734/nlrjolci.v3i2.18226
Purwaningsih, D., Husna, V. N., Ramadhan, M., Mubarak, S., Anisa, A., Putera, M. A. B., & Putera, M. L. S. (2024). Efektivitas undang-undang perlindungan hak asasi perempuan dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan. Parlementer: Jurnal Studi Hukum dan Administrasi Publik, 1(4). https://doi.org/10.62383/parlementer.v1i4.366
Rajagukguk, E. (2018). Perlindungan hukum bagi perempuan korban janji kawin. Universitas Negeri Gorontalo.
Salim, H. S. (2006). Pengantar hukum perdata tertulis (BW). Sinar Grafika.
Sari, I. (2020). Perbuatan melawan hukum (PMH) dalam hukum pidana dan hukum perdata. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara.
Satrio, J. (2018). Hukum perikatan: Perikatan yang lahir dari undang-undang. Citra Aditya Bakti.
Sempo, V., Rompas, D., & Gerungan, C. (2024). Hak masyarakat hukum adat di tengah modernisasi ditinjau dari Pasal 18B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. Lex Privatum.
Siregar, R. N. M., & Adlhiyati, Z. (2025). Ingkar janji menikahi sebagai perbuatan melawan hukum: Kajian Putusan No. 18/Pdt.G/2023/PN Mgg. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia.
Sugandi, W., & Fathoni, M. Y. (2023). Analisis putusan Mahkamah Agung Nomor 1644 K/Pdt/2020 atas perkara ingkar janji menikah sebagai dasar perbuatan melawan hukum. Jurnal Private Law. https://doi.org/10.29303/prlw.v3i1.2207
Suyanto. (2023). Metode penelitian hukum: Pengantar penelitian normatif, empiris dan gabungan. UNIGRES Press.
Swetasoma, C. G. (2021). Pengingkaran janji kawin sebagai kualifikasi perbuatan melawan hukum (Studi Putusan Nomor 1644 K/PDT/2020). Jurnal Yustitia.
Syafri, A., et al. (2022). Pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat dalam perspektif hukum konstitusi. Jurnal Selat, 10(1).
Tesalonika, B. M. N. (2024). Ganti kerugian immateriil dalam perkara ingkar janji untuk mengawini sebagai perbuatan melawan hukum (Analisis Putusan PT Kupang Nomor 14/PDT/2023/PT KPG dan Putusan PN Subang Nomor 45/PDT.G/2019/PN SNG). Lex Patrimonium, 3(2).
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (1945).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Student Research Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






